Serangan Siber Berbasis AI Meningkat, Sektor Keuangan Jadi Sasaran Utama
Kredit Foto: Fortinet
Menurutnya, sektor perbankan dan layanan keuangan menjadi sasaran utama karena menyimpan data finansial dan data pribadi dalam jumlah besar. Selain itu, sektor publik, infrastruktur kritikal, e-commerce, telekomunikasi, kesehatan, hingga pendidikan juga menghadapi peningkatan ancaman akibat tingginya konektivitas digital.
“Sektor-sektor yang memiliki data bernilai tinggi dan tingkat digitalisasi yang besar akan selalu menjadi target menarik bagi pelaku ancaman. Indonesia sendiri terus berkembang sebagai ekonomi digital besar di kawasan, sehingga kebutuhan terhadap keamanan siber juga semakin penting,” ujar Rashish.
Ia menambahkan sebagian besar kerugian finansial di sektor perbankan saat ini lebih banyak dipicu lemahnya kesadaran keamanan pengguna dibanding pembobolan sistem inti perbankan.
“Banyak kasus kerugian finansial terjadi karena pengguna masih mudah tertipu untuk membagikan OTP, mengklik tautan mencurigakan, atau tidak memperbarui aplikasi mereka secara berkala. Karena itu, edukasi pengguna menjadi sama pentingnya dengan perlindungan infrastruktur,” katanya.
Studi tersebut juga menunjukkan 95% organisasi di Asia Pasifik berencana meningkatkan investasi AI untuk keamanan siber. Mayoritas perusahaan menilai AI dapat membantu meningkatkan akurasi deteksi ancaman, mempercepat respons insiden, serta mengurangi proses manual dalam operasional keamanan.
Baca Juga: Industri 5G dan AI Dorong Ekonomi Digital Indonesia hingga US$41 Miliar
Baca Juga: Transformasi AI: Ancaman Otomasi atau Peluang Efisiensi Ekonomi?
Namun demikian, Rashish mengingatkan implementasi AI tidak akan optimal tanpa sistem keamanan yang terintegrasi dan data yang saling terhubung.
“Organisasi menaruh ekspektasi besar pada AI untuk mentransformasi operasi keamanan. Namun tanpa visibilitas terpadu dan data yang terhubung lintas lingkungan, AI justru berisiko memperbesar kompleksitas alih-alih menguranginya,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: