Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Purbaya: Saya Sebel Sama yang Bilang Gara-gara Fiskal Rupiah Jeblok

Purbaya: Saya Sebel Sama yang Bilang Gara-gara Fiskal Rupiah Jeblok Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bukan dipicu oleh kebijakan fiskal pemerintah. Ia menyebut, kondisi fiskal Indonesia saat ini justru dikelola dengan baik.

Purbaya menilai pihak yang menyalahkan fiskal tidak memahami strategi pengelolaan keuangan negara yang tengah dijalankan pemerintah.

"Selama ini pemerintah menjaga kondisi fiskal dengan sangat baik. Jadi yang (bilang) kebijakan fiskal kita aneh, dia ga mengerti apa yang kita kerjakan, saya sebel sama yang bilang gara-gara fiskal rupiah jeblok," kata Purbaya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, salah satu strategi yang ditempuh pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi adalah dengan memindahkan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini dinilai efektif karena mampu menggerakkan sektor produktif tanpa harus menambah belanja negara.

Menurut Purbaya, kebijakan pengelolaan kas tersebut ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen.

"Kamu tau kenapa ekonomi bisa tumbuh lebih cepat? kita manage uang lebih bagus. Jangan cuman pindahin cash aja dari BI ke situ, ekonomi tumbuh lebih cepat dan kita jaga itu. Tapi uangnya masih punya saya kan?," terangnya.

Purbaya menegaskan, strategi tersebut memungkinkan pemerintah mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi tanpa harus menambah beban APBN. Dengan demikian, dana negara tetap utuh, namun manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas melalui pembiayaan sektor-sektor produktif.

Baca Juga: Respons Gubernur BI Saat Ditanya Rupiah Melemah ke Rp17.424 per Dolar AS

Baca Juga: Strategi Purbaya Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Dari Daya Beli hingga Berantas Barang Ilegal

"Artinya apa? Saya, kita, pemerintah, Pak Prabowo bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat tanpa pengeluaran uang tambahan. Uangnya masih utuh, itu ajaib sebetulnya," jelasnya.

Purbaya juga memastikan dana SAL yang ditempatkan di perbankan tetap dalam kondisi aman dan utuh. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif yang menjadi penggerak utama ekonomi nasional.

"Masih, masih lengkap, nggak usah laporan ke saya. Yang penting ada di situ," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra