Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

MAPA Raup Pendapatan Rp5 Triliun di Q1 2026, Ditopang Momen Lebaran

MAPA Raup Pendapatan Rp5 Triliun di Q1 2026, Ditopang Momen Lebaran Kredit Foto: Freepik/Racool Studio
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), anak usaha dari Mitra Adiperkasa (MAP) yang fokus pada segmen sports, kids, dan leisure, mencatatkan kinerja impresif pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya minat konsumen serta momentum musiman Lebaran.

Sepanjang periode tersebut, Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,0 triliun, tumbuh 14,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, kinerja juga menunjukkan penguatan signifikan, dengan laba kotor mencapai Rp2,4 triliun dan laba usaha naik 28,9% menjadi Rp603 miliar. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp991 miliar.

Kinerja positif ini turut mendorong laba bersih MAPA melonjak 39,6% menjadi Rp473 miliar pada kuartal pertama tahun ini.

“Kami merasa termotivasi atas kinerja awal tahun yang solid, dengan meningkatnya minat konsumen pada brand-brand kami yang didukung oleh periode Lebaran. MAA memanfaatkan momentum ini dengan memastikan ketersediaan produk yang tepat di seluruh portofolio. Hal ini memberikan fondasi yang kuat dalam menghadapi dinamika lingkungan bisnis yang terus berkembang," ujar Ratih D. Gianda, VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group.

Dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas, Perseroan terus mengedepankan efisiensi operasional. Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan inventori, pengendalian biaya, serta penguatan proses back-end yang mendukung kinerja bisnis secara menyeluruh.

Di saat yang sama, MAPA juga mempercepat inisiatif digitalisasi dan otomasi dengan memperluas kehadiran di kanal online maupun offline. Upaya ini bertujuan menghadirkan pengalaman belanja yang lebih terintegrasi dan seamless bagi pelanggan.

Baca Juga: MAPI Cetak Laba Bersih Rp762 Miliar di Q1 2026, Naik 34,5% Ditopang Lonjakan Pendapatan

"Ke depannya, kami tetap memperhatikan situasi global, termasuk ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, tekanan biaya, dan volatilitas mata uang. Fokus kami tertuju pada hal-hal yang dapat dikendalikan, termasuk memahami preferensi pelanggan, memperkuat fondasi multi-channel, dan membangun fleksibilitas untuk pertumbuhan jangka panjang,” tutup Ratih.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri