Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Surplus Listrik Hijau, Kolombia Bidik Jadi Hub Penambangan Bitcoin

Surplus Listrik Hijau, Kolombia Bidik Jadi Hub Penambangan Bitcoin Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kolombia membuka diri untuk masuk ke industri penambangan bitcoin dengan rencana menjadikan wilayah pesisirnya sebagai pusat baru aktivitas mining berbasis energi bersih di Amerika Latin.

Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan bahwa beberapa kota pesisir negaranya bisa menjadi tambang bitcoin. Kota Barranquilla, Santa Marta dan Riohacha menurutnya berpotensi menjadi hub penambangan bitcoin dengan memanfaatkan surplus energi terbarukan yang dimiliki Kolombia.

Baca Juga: Diberondong Sentimen Baru, Harga Bitcoin (7/5) Sentuh US$82.000!

Ia mengatakan langkah tersebut tak hanya dapat menjadi dorongan besar bagi pembangunan, namun kesempatan untuk masyarakat adat sekitar kawasan untuk ikut serta mengembangkan ekonomi regional pesisir dari Karibia.

Petro menilai penggunaan listrik yang belum terserap untuk penambangan bitcoin lebih menguntungkan dibandingkan membiarkannya tidak terpakai. Ia juga menekankan bahwa pendekatan tersebut dapat mengurangi kritik terhadap industri kripto terkait emisi karbon dari penggunaan energi fosil.

Gagasan Petro senndiri terinspirasi dari keberhasilan Paraguay dan Venezuela. Kedua negara sukses menarik investasi penambangan bitcoin melalui pemanfaatan energi murah berbasis sumber daya terbarukan.

Analis Luxor Technology, Alessandro Cecere baru-baru menyoroti lonjakan kontribusi industri bitcoin dari Paraguay. Ia mengatakan negara tersebut berkontribusi terhadap hashrate global bitcoin sebesar 4,3%.

Keberhasilan Paraguay tidak terlepas dari pasokan listrik murah dari Bendungan Itaipu. Aktivitas mining dalam negara tersebut sepenuhnya ditopang energi terbarukan serta dua pembangkit hidroelektrik lainnya yang menghasilkan listrik sekitar enam kali lebih besar dibanding kebutuhan domestik negara tersebut.

Paraguay sendiri kini menjadi yurisdiksi penambangan bitcoin terbesar keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Rusia, dan China.

Kolombia dinilai memiliki modal serupa dengan negara terkait, yakni energi terbarukan melimpah dan biaya listrik kompetitif. Namun, implementasi proyek diperkirakan tidak mudah karena masih membutuhkan kerangka regulasi, izin operasional, dan kepastian tarif energi.

Baca Juga: 5 Aplikasi Bitcoin yang Dapat Diunduh Secara Gratis

Selain itu, masa jabatan sang presiden yang akan berakhir pada tahun ini juga menimbulkan ketidakpastian terkait kelanjutan proyek tersebut. Hingga kini, kandidat kuat penggantinya belum banyak menyampaikan sikap resmi terkait Bitcoin maupun aset digital.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar