Tren Emas Masih Prospektif, Kristalin Group Yakin Penjualan Tahun Ini Akan Meningkat
Kredit Foto: Istimewa
Kristalin Group melalui Atrina Mining Trading, Yayasan Wakara (PT Waka Investama Abadi) dan Kisara Capital menargetkan startegi tahun 2026 dengan mencapai penjualan emas positif di tahun ini.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama (Dirut) Atrina Mining Trading Andito Prasetyowan mengatakan dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Kristalin Grup tema ‘Penyelerasan teknis dan strategi tahunan serta paparan pencapaian target 2025 dan rencana target 2026’ di Gedung The Tribrata, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (6/5/2026).
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2.840.000 per Gram, Buyback Ikut Melesat
Industri investasi emas nasional menekankan penguatan ekosistem dari hulu ke hilir ini diharapkan memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar ditengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.
“Kami harap memperkuat strategi sales ataupun penjualan ke depan. Saya melihat peran tim sales sebagai penggerak utama pertumbuhan perusahaan, diperlukan fokus, konsisten, dan semangat untuk terus meningkatkan performa. Saya mengapresiasi kerja keras yang telah ditunjukkan ke depan bagi seluruh jajaran tim dalam membaca peluang pasar dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan agar target yang ditetapkan secara bersama-sama dapat tercapai secara optimal,” ucap Andito.
Ia juga menambahkan, pihaknya memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat kolaborasi dan menyusun langkah yang lebih efektif ke depan. Terima kasih atas perhatian teman-teman semua, selamat mengikuti rapat kerja, semoga memberikan hasil yang konstruktif.
Menurut Chairman Grup Kristalin Arif Budi Setiawan dalam arahan dan prinsip masing-masing perusahaan ke depan disampaikan agar sinergitas setiap anak perusahaan dapat bermanfaat bagi banyak orang dan bisa bermanfaat menjadi aset nasional.
Sementara itu Dewan Direksi Wakara, Junaidi menyoroti potensi besar pasar emas domestik saat ini. Di tengah koreksi indeks saham yang signifikan, emas terbukti menjadi komoditas yang tetap stabil dan terus diminati masyarakat sebagai alternatif investasi yang aman.
"Kondisi global memang penuh tantangan, namun emas adalah instrumen yang relatif aman dibandingkan instrumen lain seperti obligasi atau saham yang sedang mengalami tekanan," papar Junaidi.
Menanggapi tantangan operasional, CEO Kisara Capital Reza Darmawan menekankan bahwa efisiensi melalui integrasi teknologi digital menjadi kunci keberhasilan di tahun 2026. Literasi nasabah akan diperkuat dengan memanfaatkan perangkat digital guna memetakan potensi pasar di berbagai daerah secara lebih akurat.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Kompak Naik Hari Ini, UBS Meroket Rp111 Ribu
Rakernis yang digelar selama tiga hari 6-8 Mei 2026 dengan sisa waktu efektif sekitar enam hingga tujuh bulan di tahun berjalan, seluruh jajaran manajemen optimistis bahwa sinergi antara tim produksi dan tim lapangan akan mampu mewujudkan target satu ton emas sekaligus menciptakan standar baru dalam industri investasi emas di Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: