Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Anggota KADIN Net Zero Hub Tumbuh 40%, 100 Perusahaan Siap Percepat Dekarbonisasi

Anggota KADIN Net Zero Hub Tumbuh 40%, 100 Perusahaan Siap Percepat Dekarbonisasi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

KADIN Net Zero Hub kembali menegaskan perannya sebagai platform kolaboratif dunia usaha dalam mempercepat aksi dekarbonisasi melalui penyelenggaraan Member Gathering di Menara KADIN Indonesia, Jakarta. 

Kegiatan ini melibatkan IBCSD sebagai sekretariat serta WRI Indonesia sebagai knowledge partner untuk memperkuat pembelajaran dan pertukaran pengetahuan antaranggota.

Forum tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung transisi menuju emisi nol bersih atau net zero emission di Indonesia. 

Sejak dibentuk pada 2022, jumlah anggota KADIN NZH meningkat lebih dari 40 persen, dari 70 menjadi 100 perusahaan pada 2026, yang terdiri dari perusahaan nasional dan multinasional dari berbagai sektor industri.

Penguatan agenda dekarbonisasi dinilai semakin penting seiring dorongan pemerintah terhadap transisi energi dan pengembangan ekonomi rendah karbon. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto disebut mendorong pengembangan pembangkit energi surya hingga 100 GW serta memperkuat infrastruktur energi untuk memperluas akses energi bersih dan meningkatkan ketahanan energi nasional.

Selain itu, penguatan ekosistem perdagangan karbon melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 juga dinilai membuka peluang pembiayaan baru bagi program dekarbonisasi industri. Di saat yang sama, tren perdagangan global seperti penerapan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) mendorong perusahaan untuk meningkatkan pengelolaan emisi dan sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV) agar tetap kompetitif di pasar internasional.

Pembina Task Force KADIN NZH sekaligus Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pengembangan Berkelanjutan KADIN Indonesia, Shinta Kamdani, mengatakan transisi energi dan dekarbonisasi kini menjadi agenda strategis yang menentukan daya saing industri nasional.

“Transformasi menuju ekonomi rendah karbon bukan lagi pilihan yang dapat ditunda, melainkan sebuah keharusan yang harus dijalankan bersama dengan visi yang jelas, langkah yang terukur, dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sementara itu, PIC Task Force KADIN NZH dan Wakil Ketua Umum Tata Kelola Bisnis Berkelanjutan KADIN Indonesia, Elim Sritaba, menilai implementasi dekarbonisasi perlu dilakukan secara lebih operasional dan terukur di tingkat perusahaan.

“Komitmen menuju emisi nol bersih bukan lagi sekadar deklarasi, melainkan investasi strategis yang menentukan daya saing bisnis,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi berbagi praktik dekarbonisasi dari perusahaan anggota. Salah satunya disampaikan Vice GM of Operation PT Tata Metal Lestari, Nyoman Pujiani, yang menyebut KADIN NZH membantu perusahaan menerjemahkan komitmen dekarbonisasi menjadi langkah implementasi konkret.

Baca Juga: Dekarbonisasi Industri: 5 Pilar Jadi Kunci RI Capai Net Zero 2050

Sejak 2022, KADIN NZH telah menjalankan sejumlah program seperti pelatihan penghitungan emisi gas rumah kaca, Corporate Assistance Program (CAP), serta Net-Zero Learning Hub (NZLH) yang dirancang untuk memperluas akses pembelajaran dekarbonisasi bagi perusahaan di Indonesia.

Ke depan, KADIN NZH juga akan melanjutkan CAP Batch 4.0 sebagai program lanjutan untuk meningkatkan kesiapan pembiayaan dekarbonisasi perusahaan. Melalui berbagai program tersebut, KADIN NZH menargetkan penguatan kolaborasi dan percepatan aksi nyata sektor bisnis dalam mendukung target emisi nol bersih nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: