Dari Limbah Jadi Sumber Daya, PGN Terapkan Ekonomi Sirkular Lewat Pengelolaan Sampah Plastik
Kredit Foto: PGN
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mulai memperkuat penerapan ekonomi sirkular melalui program pengelolaan sampah plastik di lingkungan perusahaan. Program tersebut dijalankan dengan mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai guna sebagai bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Langkah itu dilakukan PGN di tengah meningkatnya tekanan terhadap pengelolaan sampah plastik nasional yang dinilai mulai memunculkan dampak lingkungan hingga kesehatan.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan program tersebut dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pengelolaan lingkungan, tetapi juga untuk membangun budaya keberlanjutan di internal perusahaan.
“Melalui kolaborasi lintas fungsi dan penerapan prinsip ekonomi sirkular, kami ingin membangun ekosistem kerja yang lebih bertanggung jawab, meningkatkan awareness ESG di internal perusahaan, sekaligus menciptakan nilai tambah dari limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat,” ujar Fajriyah dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Dalam implementasinya, PGN menerapkan sistem pengelolaan sampah plastik terintegrasi mulai dari pemilahan sampah oleh karyawan, pengumpulan dan pengelolaan bersama Kertabumi Recycling Centre, hingga pengolahan akhir bekerja sama dengan Bank Sampah Al-Bustaniyah.
PGN juga menggandeng Kompas, National Geographic Indonesia, dan Kertabumi Recycling Centre untuk memperkuat edukasi lingkungan dan kampanye pengurangan sampah plastik.
Menurut Fajriyah, kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Baca Juga: Tak Sekadar Pengganti, PGN Gagas Sebut CNG Perkaya Pilihan Energi Nasional
Baca Juga: Tambah Pelanggan Baru di Sektor Kuliner, PGN Pastikan Tetap Jaga Kualitas Layanan
“Kami berharap melalui inisiatif ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat semakin meningkat, sehingga mampu mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah plastik,” katanya.
Kertabumi Recycling Centre menilai persoalan sampah plastik di Indonesia membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena volume sampah yang tidak terkelola masih tinggi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri