Garmin Tumbuh Double Digit di Tengah Perlambatan Ekonomi, Mulai Andalkan Tren Lari dan Pasar Perempuan
Kredit Foto: Azka Elfriza
Garmin Indonesia berhasil mempertahankan pertumbuhan penjualan di tengah perlambatan ekonomi. Pada kuartal I-2026, penjualan perusahaan masih tumbuh dua digit atau di atas 10%, didorong meningkatnya tren olahraga lari dan gaya hidup sehat yang terus berkembang di Indonesia.
Marcomm Senior Manager Garmin Indonesia Chandrawidhi Desideriani mengatakan, meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari menjadi salah satu alasan Garmin memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia. Menurutnya, tren tersebut berjalan seiring dengan peningkatan permintaan perangkat wearable.
"Alhamdulillah ada peningkatan terus. Jadi, sebenarnya kenapa Garmin ini hadir secara resmi di Indonesia karena kita melihat trennya meningkat dan juga dari tren itu penjualannya juga meningkat. Sejak kita berdiri resmi empat tahun yang lalu, setiap tahunnya tetap ada terus peningkatan juga," ujar Chandrawidhi kepada Warta Ekonomi saat acara Garmin Women of Endurance: Sleep & Recharge di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Kamis (9/7/2026).
Ekonomi Lesu Tak Redam Permintaan
Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan perlambatan ekonomi, Garmin mengaku belum melihat adanya penurunan minat beli konsumen. Kondisi tersebut membuat perusahaan tetap optimistis terhadap prospek pasar hingga akhir tahun.
"Belum kita lihat, maksudnya belum ada tanda-tanda penurunan. Kita juga bingung, ini katanya Indonesia ekonomi sulit, tapi yang beli Garmin juga masih tetap ada aja," ujarnya.
Inovasi dan Promo Jadi Mesin Pertumbuhan
Di tengah persaingan smartwatch yang semakin ketat, Garmin tetap optimistis mampu memenuhi target bisnis hingga akhir tahun. Kedepannya, perusahaan mengandalkan peluncuran produk baru serta strategi menjangkau segmen pasar yang lebih luas untuk menjaga momentum pertumbuhan.
"Kita masih tetap optimis untuk ke depannya. Walaupun ada banyak saingan, strategi yang kita lakukan juga tetap ada produk baru dan juga strategi untuk meng-guide pasar baru juga. Itu terus kita lakukan, jadi masih sesuai target," katanya.
Selain itu, untuk menjaga pasar tetap stabil, Garmin menyiapkan sejumlah program promosi rutin seperti kampanye Garmin Birthday pada September, Give a Garmin Campaign pada Desember sebagai bagian dari strategi mendorong penjualan akhir tahun.
Baca Juga: Kaspersky: Ancaman Siber di Asia Tenggara Makin Kompleks, Indonesia Catat Jutaan Serangan
Perempuan Jadi Pasar Potensial Baru
Selain menyasar komunitas lari, Garmin juga mulai memperluas fokus pemasarannya ke segmen perempuan melalui kampanye Women of Endurance: Sleep & Recharge.
Garmin menilai aktivitas perempuan yang menjalani beragam peran setiap hari menguras energi, namun sering kali mengabaikan kondisi kesehatannya sendiri karena lebih mengutamakan orang lain.
"Kita melihat perempuan ini sebenarnya perannya banyak sekali, beban yang mereka jalani juga banyak. Seringnya perempuan itu mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri dan mereka tidak sadar dirinya kelelahan. Dengan Garmin, kelelahan itu bisa diukur," ucap Chandrawidhi.
Dengan meningkatkan kesadaran bahwa aktivitas sehari-hari perempuan membutuhkan daya tahan fisik yang tinggi, Garmin ingin mengajak seluruh wanita untuk mulai menghargai dan menyayangi diri sendiri.
Maka dari itu, pada kampanye ini, Garmin memperkenalkan sejumlah fitur kesehatan seperti Body Battery untuk memantau tingkat energi tubuh, Sleep Score untuk mengevaluasi kualitas tidur, serta Steps untuk mengukur aktivitas fisik harian. Menurut Garmin, fitur-fitur tersebut diharapkan dapat membantu pengguna memahami kondisi tubuh sekaligus menjaga keseimbangan antara aktivitas dan pemulihan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Istihanah
Tag Terkait: