Kredit Foto: Reuters/Kremlin.ru
Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan sinyal kuat bahwa perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun dengan Ukraina "akan segera berakhir".
Meski begitu, ia tetap menyalahkan negara-negara Barat karena dinilai terus memperpanjang konflik melalui dukungan militer kepada Kyiv.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin usai peringatan Victory Day (Hari Kemenangan) di Moskow pada Minggu (10/5/2026). Ia menyatakan kesiapannya untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, baik di Moskow maupun di negara netral.
Sinyal damai ini muncul di tengah masa gencatan senjata singkat selama tiga hari yang didukung oleh Amerika Serikat, berbarengan dengan diskusi pertukaran tawanan yang masih berlanjut.
"Saya rasa masalah ini akan segera berakhir," ujar Putin kepada wartawan.
Namun, pemimpin Rusia itu menegaskan bahwa pertemuannya dengan Zelenskyy hanya bisa terjadi setelah syarat-syarat perjanjian damai disepakati.
Baca Juga: Rusia Terpukau, Putin Puji Kehebatan Iran Hadapi Amerika Serikat
"Pertemuan itu harus menjadi titik akhir, bukan sebagai ajang negosiasi itu sendiri," tegas Putin.
Dilaporkan oleh Al Jazeera, sikap ini sejalan dengan keputusan Kremlin sebelumnya yang menolak tawaran Presiden AS Donald Trump pada Agustus 2025 untuk menggelar pertemuan trilateral antara Putin, Zelenskyy, dan Trump.
Lebih lanjut, Putin menyatakan kesediaannya untuk menegosiasikan pengaturan keamanan baru dengan Eropa. Menariknya, ia menyebut mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder sebagai mitra negosiasi yang paling ia inginkan.
Schroeder sendiri kerap menuai kritik tajam di Jerman akibat kedekatannya dengan Putin dan posisinya sebagai ketua konsorsium pipa gas Jerman-Rusia usai lengser pada 2005.
Menurut analis dari lembaga think tank Chatham House, Keir Giles, pernyataan Putin mengenai potensi berakhirnya perang lebih didorong oleh sentimen "harapan dan optimisme" global ketimbang pembacaan yang objektif atas situasi di lapangan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: