Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Viral Polisi di Lampung Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ahmad Sahroni: Ini Penghinaan Institusi Negara

Viral Polisi di Lampung Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ahmad Sahroni: Ini Penghinaan Institusi Negara Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sebuah video viral yang menyedihkan dari jeritan seorang anak lantaran ayahnya yang seorang polisi bernama Bripka (Anumerta) Arya Supena, anggota Ditintelkam Polda Lampung gugur saat menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Momen haru yang memperlihatkan kepolosan dan kerinduan anak-anak almarhum terhadap sosok sang ayah kini viral di media sosial dan memantik simpati publik.

Dalam sejumlah video yang beredar luas, istri almarhum tampak merekam momen emosional kedua buah hatinya yang masih kecil. Pada salah satu video, anak laki-laki bungsu almarhum dengan terbata-bata mengungkapkan kerinduannya. Dengan polos, bocah tersebut mengaku hanya ingin kembali memegang rambut sang ayah seperti yang biasa ia lakukan.

Ucapan menyayat hati itu membuat sang ibu tak kuasa menahan tangis. Menyadari kesedihan ibunya, sang anak lantas memeluknya erat. Momen emosional ini sontak mengundang keprihatinan warganet yang membanjiri kolom komentar dengan doa serta dukungan moril untuk keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menyebut Arya tewas tertembak saat memergoki aksi curanmor itu dan korban gugur setelah menerima luka tembak di bagian kepala.

Ia menyatakan bahwa saat ini aparat kepolisian tengah mendalami tempat kejadian perkara dan memburu pelaku penembakan yang melarikan diri.

Insiden berdarah ini memicu reaksi keras dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Ia mengecam tindakan nekat pelaku dan menilainya sebagai bentuk pelecehan terhadap aparat keamanan dan institusi negara.

"Fenomena kriminal melawan aparat ini sangat berbahaya. Pelaku kejahatan sudah makin nekat, bukan lagi takut kepada aparat, tapi justru berani sampai membunuh polisi," kata Sahroni.

Politikus Partai NasDem tersebut menyoroti potensi bahaya yang lebih besar jika kasus ini tidak ditangani dengan tegas.

Menurutnya, apabila penjahat sudah berani melukai aparat yang dibekali kewenangan dan senjata, maka ancaman terhadap masyarakat sipil akan jauh lebih besar. Oleh karena itu, ia mendesak agar Polda Lampung segera menangkap pelaku dan memberikan sanksi terberat.

"Polda Lampung harus bertindak tegas, tangkap pelaku dan jerat dengan hukuman pidana maksimal," tekannya.

Lebih lanjut, Sahroni mengingatkan aparat penegak hukum untuk tidak memberikan ruang kompromi bagi kejahatan yang membahayakan nyawa dan ketertiban umum (kamtibmas).

"Negara harus menunjukkan wibawa hukumnya. Jangan sampai ada kesan bahwa pelaku kriminal bisa dengan mudah melawan aparat. Semua yang terlibat dalam komplotan ini harus diburu dan diproses hukum tanpa kompromi," pungkas Sahroni.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: