Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

7 Fakta Kebakaran Gudang di Kalideres, Damkar Turunkan Robot hingga Ledakan Beruntun

7 Fakta Kebakaran Gudang di Kalideres, Damkar Turunkan Robot hingga Ledakan Beruntun Kredit Foto: Antara/Antara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kebakaran gudang di kawasan Kalideres memicu perhatian publik setelah petugas pemadam kebakaran harus menurunkan robot pemadam untuk mengantisipasi potensi gas beracun dari material kimia yang terbakar.

Berikut sejumlah fakta terkait kebakaran gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat:

1. Robot Pemadam Diterjunkan dan Potensi Gas Beracun

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat menggunakan unit robotik untuk membantu proses pemadaman.

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan robot digunakan untuk meminimalkan risiko petugas terkena paparan asap beracun.

“Ya, salah satu fungsi unit robotik ini adalah untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik,” ujar Syaiful.

2. Operasi Robot Sempat Dihentikan

Meski sempat digunakan, operasi robot pemadam hanya berlangsung sekitar 30 menit karena membutuhkan tekanan air yang sangat tinggi.

Petugas kemudian melanjutkan proses pemadaman secara manual sambil menunggu kondisi memungkinkan untuk kembali mengoperasikan robot saat tahap pendinginan.

“Nanti mungkin saat proses pendinginan, unit robotiknya baru kita mainkan lagi,” katanya.

3. Petugas Memakai Masker Khusus

Potensi kandungan gas berbahaya membuat petugas pemadam harus menggunakan masker khusus selama proses pemadaman manual berlangsung.

Selain itu, pemadaman dilakukan dari berbagai sisi bangunan menggunakan sejumlah nozzle untuk membatasi penyebaran api.

4. Damkar Operasikan 10 Nozzle Sekaligus

Petugas menerapkan strategi penyemprotan dari berbagai titik guna mencegah api merembet ke bangunan lain di area pergudangan.

“Jadi, kita memadamkan dari berbagai sisi secara maksimal. Ada penembakan dari dua nozzle di titik tersebut, dua nozzle di tengah, dua nozzle di samping, dan dua nozzle di depan. Kurang lebih total ada 10 nozzle yang kita operasikan,” ujar Syaiful.

5. Sebanyak 125 Personel Diterjunkan

Dalam penanganan kebakaran ini, damkar mengerahkan total 25 unit mobil pemadam dan 125 personel gabungan dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Menurut Syaiful, sebanyak 22 unit berasal dari Jakarta Barat dan tiga unit lainnya dari Jakarta Utara.

“Total ada 22 unit dari Jakarta Barat dan 3 unit dari Jakarta Utara. Karena ada warga yang melapor juga ke Kantor Sektor Kamal, jadi mereka memberangkatkan lebih dulu tiga unit yang posisinya persis berada di belakang lokasi,” jelasnya.

6. Ledakan Berasal dari Botol Bahan Kimia dan Gas

Kebakaran juga disertai ledakan beruntun yang berasal dari banyaknya botol berisi bahan kimia dan gas di dalam gudang.

Petugas menyebut botol-botol tersebut tersambar api dan memicu ledakan selama kebakaran berlangsung.

“Ternyata gudang ini isinya banyak bahan kimia dan gas. Seperti tadi, banyak terjadi ledakan. Ledakannya itu berasal dari barang-barang kecil, seperti botol tiner, tapi mungkin bukan tiner. Awal-awal memang banyak sekali ledakan,” kata Syaiful.

7. Belum Ada Laporan Korban Jiwa

Hingga proses pemadaman berlangsung, petugas memastikan belum ada laporan korban jiwa akibat kebakaran tersebut.

“Untuk sementara nihil, tidak ada korban. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa,” ujar Syaiful.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar