Satelit Nusantara Lima Mengudara, Malaysia dan Filipina Ikut Dibidik
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Satelit Nusantara Lima menggunakan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) berbasis platform Boeing 702MP dengan dukungan 101 spot beam Ka-band yang mencakup seluruh wilayah Indonesia. Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi distribusi layanan internet berbasis satelit.
Untuk menunjang operasional, PSN menyiapkan tujuh stasiun bumi yang tersebar di Aceh, Bengkulu, Banjarmasin, Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan. Infrastruktur tersebut digunakan untuk memastikan distribusi kapasitas satelit berjalan optimal ke berbagai wilayah layanan.
Pengoperasian Satelit Nusantara Lima juga menambah kapasitas satelit nasional secara signifikan. Dengan tambahan kapasitas lebih dari 160 Gbps dari N5, total kapasitas satelit Indonesia kini mencapai lebih dari 400 Gbps.
Baca Juga: Teknologi Satelit Jadi Jawaban Blank Spot Indonesia Timur
Baca Juga: Komdigi Resmi Gelar Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Perluas Internet Nasional
PSN menyebut kapasitas tersebut menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Asia Pasifik dan diharapkan dapat mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga layanan bisnis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri