Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Selasa (12/5/2026) siang setelah sempat dibuka menguat. Hingga pukul 11.30 WIB, IHSG melemah 98,49 poin atau 1,43% ke level 6.807,13 di tengah tekanan jual asing dan pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi jumbo.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG sempat dibuka di level 6.946,85 dan menyentuh posisi tertinggi 6.977,29 sebelum berbalik turun hingga menyentuh level terendah 6.802,84. Nilai transaksi tercatat Rp7,49 triliun dengan volume perdagangan mencapai 17,96 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,48 juta kali.
Sebanyak 480 saham tercatat melemah, sementara hanya 203 saham menguat dan 276 saham stagnan. Kapitalisasi pasar BEI turun menjadi Rp12.083 triliun.
Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 1,22% ke level 6.075 dengan kapitalisasi pasar Rp741 triliun. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melemah 3,69% ke level 3.650 dengan kapitalisasi pasar Rp488 triliun. PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) terkoreksi 4,74% ke level 199.100.
Di sisi lain, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi salah satu emiten besar yang masih menguat 1,49% ke level 5.125 dengan kapitalisasi pasar Rp443 triliun.
Aksi jual asing paling besar terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp334,71 miliar. Tekanan jual juga tercatat pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Rp115,86 miliar, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) Rp89,83 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Rp59,95 miliar, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp41,93 miliar.
Selain itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) mencatat net sell asing Rp38,56 miliar, PT Timah Tbk. (TINS) Rp33,98 miliar, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Rp31,36 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp30,93 miliar.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat Jelang Hasil Pengumuman MSCI
Baca Juga: IHSG Terkapar Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, Asing Kabur Rp751 Miliar
Di tengah tekanan pasar, investor asing masih memborong sejumlah saham. PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) mencatat net foreign buy terbesar senilai Rp83,44 miliar. Disusul PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) Rp47,86 miliar, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) Rp44,23 miliar, PT Astra International Tbk. (ASII) Rp37,90 miliar, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Rp23,15 miliar.
Pada jajaran saham top gainers, PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk. (CCSI) melonjak 25% ke level 300. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) naik 24,90% ke level 1.630 dan PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN) menguat 24,80% ke level 156.
Sementara itu, saham-saham yang masuk daftar top losers dipimpin PT Ekamas Mutiara Republik Tbk. (MORA) yang anjlok 15% ke level 7.650. PT Asia Pramulia Tbk. (ASPR) turun 14,95%, PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) melemah 14,74%, serta PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) terkoreksi 14,69%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: