Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jababeka (KIJA) Dapat Pinjaman Bank Mandiri untuk Bayar Utang Rp3,25 Triliun

Jababeka (KIJA) Dapat Pinjaman Bank Mandiri untuk Bayar Utang Rp3,25 Triliun Kredit Foto: KIJA
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Jababeka Tbk (KIJA) memperoleh fasilitas pembiayaan jangka panjang baru dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan tenor 15 tahun untuk melakukan refinancing utang Senior Notes yang akan jatuh tempo pada Desember 2027. 

Fasilitas pembiayaan yang ditandatangani pada 13 Mei 2026 itu diberikan dalam mata uang rupiah dengan skema bunga mengambang sebesar 7% per tahun. Dana pinjaman terutama akan digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) Senior Notes senilai US$185,856 juta atau sekitar Rp3,25 triliun dengan asumsi kurs Rp17.500 per dolar AS. Selain itu, Jababeka juga memperoleh tambahan fasilitas term loan sebesar Rp70 miliar untuk kebutuhan korporasi.  

Transaksi tersebut menjadi bagian dari strategi pengelolaan kewajiban (liability management) perseroan untuk memperpanjang jatuh tempo utang dan meningkatkan visibilitas likuiditas perusahaan.

Penggunaan pembiayaan dalam mata uang rupiah juga dilakukan untuk menyesuaikan struktur pendanaan dengan mata uang pelaporan perusahaan sehingga dapat menekan dampak fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap kinerja keuangan.  

Wakil Direktur Utama Jababeka Budianto Liman mengatakan dukungan pembiayaan dari Bank Mandiri memperkuat fleksibilitas keuangan perseroan di tengah volatilitas pasar global.

“Kami mengapresiasi dukungan dan kepercayaan yang diberikan Bank Mandiri melalui fasilitas pembiayaan jangka panjang ini. Transaksi ini secara signifikan memperpanjang profil jatuh tempo utang perseroan, memperkuat posisi likuiditas, serta semakin meningkatkan fleksibilitas keuangan perseroan,” ujar Budianto, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (15/5/2026). 

Baca Juga: Jababeka (KIJA) Bukukan Pendapatan Rp1,19 Triliun di Kuartal I 2026

Baca Juga: Emiten Toto Sugiri (DCII) Tarik Pinjaman Rp17 Triliun dari BCA, Buat Apa?

Ia menyebut kondisi pasar utang internasional yang bergejolak membuat perusahaan memilih solusi pendanaan yang dinilai lebih terukur.

“Di tengah volatilitas yang meningkat pada pasar utang internasional, kami meyakini bahwa fasilitas pembiayaan ini merupakan solusi pendanaan yang tepat dan prudent bagi perseroan,” katanya.  

Sebagai bagian dari fasilitas tersebut, Jababeka menyerahkan jaminan berupa sejumlah aset milik perusahaan dan entitas anak dengan rasio nilai jaminan mencapai 120% dari nilai pinjaman.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri