- Home
- /
- Government
- /
- Government
Prabowo Murka Pejabat Dekatnya Nyuri Uang Rakyat: Apa yang Harus Saya Buat?
Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih dan kecewa setelah terus menerima laporan soal pejabat yang diduga melakukan penyelewengan.
Ia bahkan mengaku sampai geleng-geleng kepala melihat masih adanya pejabat yang menyalahgunakan kepercayaan demi mengambil uang rakyat.
“Saya geleng-geleng kepala, sedih saya, bahwa tiap hari saya dapat laporan pejabat-pejabat yang nyeleweng," kata Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, dikutip Minggu (17/5).
Prabowo menyebut rasa kecewanya semakin besar karena beberapa orang yang dilaporkan justru merupakan sosok yang sebelumnya ia percaya dan beri jabatan penting di pemerintahan.
"Saya sedih, orang yang saya angkat, orang yang saya bina, orang yang saya kasih kehormatan, diberi jabatan yang penting, begitu dia menjabat, nyeleweng, nyuri uang rakyat. Bagaimana? Apa yang harus saya buat?" sambungnya.
Baca Juga: Prabowo Ledek Jumhur Hidayat: Kapan Terakhir Dipenjara, Eh Sekarang Jadi Menteri
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga membagikan cerita saat Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh datang menemuinya untuk melaporkan dugaan pelanggaran yang melibatkan orang-orang yang dianggap dekat dengannya.
Menurut Prabowo, Kepala BPKP sempat ragu apakah pemeriksaan tetap harus diteruskan atau tidak.
"Kepala BPKP datang ke saya agak gemeter, karena yang dilaporkan diketahuilah bahwa itu beberapa orang itu dekat sama saya. Dia minta petunjuk apa boleh diteruskan nggak pemeriksaan," ungkap Prabowo.
Namun, Prabowo menegaskan dirinya tidak akan melindungi siapa pun yang terlibat pelanggaran hukum, termasuk orang-orang yang berada di lingkaran dekatnya sendiri.
“Teruskan pemeriksaan. Tidak ada, nggak ada mau orang Prabowo atau bukan orang Prabowo, dekat sama saya atau nggak itu nggak ada urusan! Kalau ada indikasi, terus periksa!" tegas Prabowo.
Presiden juga mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijaga, bukan alat untuk bertindak sewenang-wenang ataupun merasa kebal hukum.
Baca Juga: Surat Siswa Kelas V ke Prabowo Viral, Isi Pesannya Bikin Publik Tersentuh
“Justru kalau diberi kehormatan harus lebih hati-hati dan lebih jaga, bukan diberi wewenang dan kepercayaan malah merasa di atas dan merasa negara ini bodoh,” ujarnya.
Tak hanya itu, Prabowo memastikan dirinya juga tidak memberi toleransi kepada kader Partai Gerindra yang tersandung persoalan hukum. Ia menyebut sudah ada sejumlah pejabat dari partainya yang diproses hingga ditahan sebagai bentuk penegakan aturan.
“Saya sendiri sudah mengatakan, cek sudah berapa yang diproses (dari partai Gerindra) dan ditahan. Justru harus memberi contoh,” tambah Prabowo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: