Kredit Foto: Istimewa
Segmen kei car sendiri menjadi salah satu pasar terbesar di Jepang. Mobil mungil ini populer karena menawarkan biaya kepemilikan lebih rendah, efisiensi energi tinggi, serta kemudahan bermanuver di perkotaan.
Data industri menunjukkan penjualan kei car menyumbang lebih dari sepertiga total pasar otomotif Jepang. Saat ini, dominasi pasar masih dipegang oleh Suzuki, Daihatsu, Honda, dan Nissan.
Karena itu, masuknya BYD ke segmen tersebut dinilai bisa menjadi ancaman baru bagi produsen Jepang. Bahkan, Presiden Suzuki sebelumnya sempat menyebut BYD sebagai salah satu rival serius dalam persaingan mobil listrik mungil di Jepang.
BYD disebut akan memasarkan Racco dengan harga mulai sekitar 2,5 juta yen atau setara Rp 280 jutaan. Harga tersebut membuat mobil ini langsung berhadapan dengan Nissan Sakura yang saat ini menjadi salah satu kei EV paling populer di Jepang.
Jika strategi BYD berjalan sesuai rencana, Racco berpotensi menjadi mobil kei listrik pertama dari pabrikan non-Jepang yang mampu bersaing serius di pasar domestik Jepang.
Masuknya BYD ke segmen kei car juga memperlihatkan perubahan besar dalam industri otomotif global. Pabrikan otomotif China kini tidak lagi hanya fokus pada pasar domestik, tetapi mulai masuk ke segmen yang selama ini dianggap sebagai “kandang” produsen Jepang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: