Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Alasan Kenapa Prabowo Sampaikan Langsung Pemaparan KEM-PPKF di Paripurna DPR

Alasan Kenapa Prabowo Sampaikan Langsung Pemaparan KEM-PPKF di Paripurna DPR Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto, menghadiri langsung Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk menyampaikan Rancangan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027.

Banyak pihak terkejut, pasalnya ini adalah pertama kali seorang presiden menghadiri acara Paripurna yang dalam tradisi umumnya biasanya hanya selevel menteri yang memaparkan.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kehadirannya secara langsung merupakan keputusan sengaja demi memberikan arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara yang komprehensif.

Pemaparan ini berfungsi sebagai pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027.

Kepala Negara menyoroti situasi internasional terkini, termasuk konflik bersenjata yang pecah di berbagai kawasan, seperti Eropa dan Timur Tengah.

Menurutnya, kendati konflik tersebut terjadi di lokasi yang jauh secara geografis, dampaknya sangat nyata dan memengaruhi stabilitas kehidupan serta perekonomian di dalam negeri.

Merespons dinamika tersebut, Prabowo menyatakan bahwa seorang kepala negara harus mengawal langsung kebijakan makro. Dirinya berpendapat bahwa APBN tidak boleh dipandang sebelah mata hanya sebagai sekadar dokumen administratif keuangan negara.

"Saya berpendapat bahwa Presiden harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara. APBN bukan sekedar dokumen keuangan negara. APBN adalah wujud dari alat perjuangan kita sebagai bangsa," ujar Presiden Prabowo di hadapan para anggota dewan.

Lebih lanjut, Presiden menjabarkan fungsi strategis instrumen fiskal tersebut. Menurut beliau, APBN harus dioptimalkan sebagai alat perlindungan rakyat, memperkokoh fondasi ekonomi nasional, menjamin kesejahteraan warga negara, serta menjadi komitmen bersama dalam mewujudkan cita-cita luhur yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Prabowo kemudian melansir sejumlah angka kunci dalam postur makro fiskal mendatang. Salah satu indikator utama yang ditargetkan pemerintah adalah pendapatan negara pada APBN 2027, yang diproyeksikan berada pada kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat