Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Wabah Ebola Makin Mencekam! Kenali Gejala, Cara Penularan dan Pencegahannya

Wabah Ebola Makin Mencekam! Kenali Gejala, Cara Penularan dan Pencegahannya Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Warta Ekonomi, Jakarta -

Merebaknya wabah Ebola di kawasan Afrika mulai memicu kekhawatiran global. Meski hingga kini belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia, pemerintah meminta masyarakat tetap waspada menyusul status darurat kesehatan internasional yang telah diumumkan World Health Organization (WHO).

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan status darurat kesehatan yang ditetapkan WHO menjadi sinyal penting agar seluruh negara meningkatkan kewaspadaan.

“Kementerian Kesehatan terus memantau situasi global dan melakukan penguatan kewaspadaan lintas sektor. Kami memastikan seluruh pintu masuk negara, baik pelabuhan maupun bandara, meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari negara terdampak,” ujar Aji, dikutip dari Antara, Kamis (21/5).

Kemenkes juga meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi menyesatkan atau hoaks mengenai Ebola yang beredar di media sosial. Edukasi dinilai penting agar masyarakat memahami bahaya penyakit tersebut secara benar.

“Ebola merupakan penyakit infeksi virus yang dapat menyebabkan kematian dengan tingkat fatalitas rata-rata mencapai 50 persen. Saat ini terdapat tiga jenis strain virus yang sering menyebabkan wabah, yaitu Ebola Virus Disease (EVD), Sudan Virus Disease (SVD), dan yang saat ini berkembang di Kongo yaitu Bundibugyo Virus Disease (BVD),” jelas Aji.

Baca Juga: Uganda Larang Warga Berjabat Tangan karena Ebola, Kemenkes RI Ungkap Kondisi di Indonesia

Virus Ebola diketahui menular melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, maupun benda yang telah terkontaminasi manusia atau hewan terinfeksi. Virus dapat masuk melalui luka terbuka maupun selaput lendir tubuh.

Gejalanya sendiri bisa muncul mendadak dalam masa inkubasi 2 hingga 21 hari. Mulai dari demam, tubuh lemas, nyeri otot, sakit kepala, hingga berkembang menjadi muntah, diare, bahkan perdarahan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri