Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amerika Pamer Kesiapannya Bombardir Wilayah Iran, Siagakan F-35 hingga USS Abraham Lincoln

Amerika Pamer Kesiapannya Bombardir Wilayah Iran, Siagakan F-35 hingga USS Abraham Lincoln Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

United States Central Command (CENTCOM) memamerkan kesiapan militernya untuk menghadapi Iran dengan menampilkan pengerahan jet tempur hingga kapal induk di kawasan Timur Tengah.

Dalam unggahan di media sosial, CENTCOM menyebut kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln saat ini berada dalam kondisi “peak readiness” atau kesiapan penuh di Laut Arab.

Baca Juga: Internet Iran Lumpuh Lebih dari 80 Hari, Warga Terisolasi Sejak Diserang Amerika

Militer Amerika Serikat juga membagikan foto-foto jet tempur siluman F-35 Lightning II yang lepas landas dari dek kapal induk sebagai bagian dari operasi militer mereka di kawasan.

CENTCOM mengatakan pasukannya tetap siaga sambil menjalankan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pamer kekuatan militer itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan perang antara AS dan Iran yang masih berada dalam gencatan senjata rapuh sejak 8 April lalu.

Di saat yang sama, Pakistan disebut tengah berupaya menjadi mediator untuk mendorong kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.

Namun Presiden Donald Trump kembali memperingatkan Iran akan menghadapi tindakan “sangat drastis” apabila tidak menyerahkan stok uranium mereka kepada Amerika Serikat.

Ketegangan juga terlihat dari komunikasi intens antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Media Israel Channel 12 melaporkan Trump dan Netanyahu melakukan percakapan telepon “panjang dan dramatis” yang membahas kemungkinan dimulainya kembali perang melawan Iran.

Menurut laporan tersebut, kedua pemimpin berada di ambang pengambilan keputusan besar terkait konflik Iran.

Trump sebelumnya sempat mengumumkan penundaan serangan besar terhadap Iran yang direncanakan berlangsung pada Selasa lalu.

Ia mengklaim keputusan itu diambil setelah permintaan dari Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Meski menunda serangan, Trump menegaskan dirinya telah memerintahkan Pentagon untuk siap melancarkan operasi militer berskala besar kapan saja apabila perundingan gagal mencapai hasil.

Situasi semakin memanas setelah AS menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, termasuk kawasan strategis Selat Hormuz.

Iran kemudian merespons dengan memperketat pengawasan pelayaran di Selat Hormuz dan mewajibkan kapal asing berkoordinasi dengan Teheran sebelum melintas.

Baca Juga: Amerika dan Israel Frustrasi Soal Iran, Terungkap Lewat Telepon Dramatis Netanyahu-Trump

Hingga kini, ketegangan antara AS, Israel, dan Iran masih terus meningkat meski jalur diplomasi belum sepenuhnya ditutup.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: