Rupiah Menguat Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS Usai BI Kerek Suku Bunga jadi 5,50%
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatan pada pembukaan perdagangan Rabu (10/6/2026), sehari setelah Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.958 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 100 poin atau 0,55% dibandingkan penutupan perdagangan Selasa (9/6/2026) yang berada di level Rp18.058 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi setelah BI mengambil langkah tidak terduga dengan menaikkan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan. Kebijakan tersebut ditempuh sebagai respons terhadap tekanan yang masih membayangi nilai tukar rupiah.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan keputusan menaikkan BI Rate didasarkan pada hasil evaluasi terbaru yang menunjukkan pelemahan rupiah lebih dalam dibandingkan proyeksi sebelumnya.
“Dalam berbagai evaluasi hari ini kita melihat bahwa pelemahan rupiah melebih yang kita proyeksikan dulu,” kata Perry di kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga: Gubernur BI Bongkar Alasan Tiba-tiba Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50%
Baca Juga: Chatib Basri Sebut Rupiah Tidak Seburuk 1998, tapi Ada Satu Kelompok Paling Menderita
Menurut Perry, kenaikan suku bunga merupakan langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan inflasi tetap terkendali sesuai target.
“Menaikkan BI Rate menjadi 5,5 persen. 25 bps ya agar memang rupiah itu semakin stabil, menguat, dan tentu saja agar proyeksi inflasi ke depan, tahun ini dan tahun ke depan seperti tadi disampaikan, tetap 2,5 plus minus 1 persen,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: