Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PTMP Bidik Pertumbuhan 15% pada 2026, Fokus Ekspansi dan Teknologi

PTMP Bidik Pertumbuhan 15% pada 2026, Fokus Ekspansi dan Teknologi Kredit Foto: PTMP
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Mitra Pack Tbk (PTMP) menargetkan pertumbuhan kinerja sekitar 15% pada 2026 seiring strategi ekspansi pasar, penguatan teknologi industri pengemasan, serta diversifikasi produk alat medis sekali pakai.

Direktur Utama PTMP Ardi Kusuma mengatakan perseroan tetap optimistis menjaga pertumbuhan bisnis di tengah dinamika industri manufaktur dan persaingan pasar.

“Perseroan tetap optimistis menjaga stabilitas kinerja melalui ekspansi pasar, penguatan teknologi, dan peningkatan efisiensi operasional,” ujar Ardi dalam Paparan Publik PTMP, Jumat (22/5/2026).

PTMP menargetkan penjualan neto mencapai Rp238,81 miliar pada 2026, meningkat dari realisasi 2025 sebesar Rp207,66 miliar. Target penjualan tersebut diproyeksikan kembali naik menjadi Rp274,63 miliar pada 2027 dan Rp302,1 miliar pada 2028.

Dari sisi profitabilitas, perseroan membidik laba bersih Rp14,33 miliar pada 2026, kemudian meningkat menjadi Rp16,48 miliar pada 2027 dan Rp18,13 miliar pada 2028.

Sepanjang 2025, PTMP membukukan penjualan neto Rp207,66 miliar atau tumbuh 7,99% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp192,30 miliar.

Baca Juga: Superbank Cetak Laba Rp142 Miliar, Grab Perkuat Cengkeraman di SUPA

Baca Juga: ITSEC Asia (CYBR) Bukukan Laba Rp65,4 Miliar pada 2025

“Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan kinerja segmen consumables dan suku cadang sebesar 12,54%,” kata Ardi.

Perseroan juga mencatat laba kotor Rp62,26 miliar meski masih membukukan rugi sebesar Rp62,07 miliar.

Dalam strategi bisnis ke depan, PTMP akan memperluas penetrasi pasar pada sektor makanan dan minuman, farmasi, serta produk konsumsi yang dinilai memiliki permintaan stabil.

Perseroan juga memperkuat lini teknologi pengemasan melalui pengembangan sistem coding and markinglabeling, hingga sistem inspeksi terintegrasi guna mendukung kebutuhan otomatisasi industri manufaktur.

Pada lini product inspection, PTMP menambah portofolio produk melalui kerja sama dengan merek asal Jerman Bizerba dan produsen sistem inspeksi dari China untuk menyasar pelanggan yang lebih sensitif terhadap harga.

Sementara pada lini product identification, perseroan menggandeng Markem-Imaje untuk menyediakan solusi otomatisasi dan integrasi sistem produksi pelanggan. Solusi tersebut telah digunakan sejumlah perusahaan seperti Chandra Asri Petrochemical dan Nutricia milik Danone Indonesia.

Di segmen specialty packaging, PTMP memperluas kerja sama dengan ULMA Packaging asal Spanyol untuk memperkuat portofolio mesin pengemasan industri.

Selain memperkuat produk, PTMP juga fokus meningkatkan layanan purna jual melalui konsultasi teknis, instalasi, pemeliharaan berkala, hingga pelatihan pelanggan.

Perseroan turut memperluas jaringan penjualan dan layanan di Semarang dan Surabaya guna memperkuat penetrasi pasar domestik.

Baca Juga: Kali Pertama, RGAS Tebar Dividen Rp1,6 Miliar dari Laba Bersih 2025

Baca Juga: PIK2 (PANI) Raih Pendapatan Rp1,1 Triliun di Q1 2026, Laba Melejit 10 Kali Lipat

Di sisi lain, PTMP juga menyiapkan aksi korporasi pada 19 Juni 2026 sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha dan penguatan struktur permodalan.

Manajemen menilai prospek industri pengemasan masih positif seiring pertumbuhan sektor manufaktur, ritel, dan e-commerce yang terus mendorong kebutuhan solusi pengemasan dan identifikasi produk di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri