Kredit Foto: Cita Auliana
Ruth menjelaskan bahwa mekanisme pasar valas saat ini berjalan normal. Ketika terjadi peningkatan permintaan, pasokan dari berbagai pelaku pasar, termasuk dukungan bank sentral, akan tetap tersedia sehingga kebutuhan transaksi dapat terpenuhi.
Pada dasarnya kalau saya boleh mengatakan harusnya likuiditas terhadap dolar yang dibutuhkan oleh money changer atau KUPVA saat ini harusnya ada, dan Bank Indonesia juga kan meyakinkan ya bahwa likuditasnya itu pasti ada gitu,” tegasnya.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI terus menjalankan berbagai instrumen intervensi di pasar keuangan. Di saat yang sama, bank sentral mengajak seluruh pihak untuk membantu menjaga sentimen positif dan tidak memperbesar kekhawatiran di tengah masyarakat.
Ruth menekankan bahwa pembelian dolar sebaiknya dilakukan sesuai kebutuhan dan jadwal transaksi yang sebenarnya, bukan karena dorongan psikologis akibat gejolak pasar.
“Jadi kalau kamu masih butuhnya nanti, enggak usah kamu beli sekarang,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: