Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kebut Proyek 66 RS Daerah, Seskab Teddy Sambangi Bos RS EMC

Kebut Proyek 66 RS Daerah, Seskab Teddy Sambangi Bos RS EMC Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah terus memacu akselerasi pemerataan infrastruktur kesehatan nasional. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menggelar pertemuan strategis dengan Alvin Sariaatmadja, pemilik jaringan Rumah Sakit EMC dan Jakarta Eye Center (JEC), guna membahas arah industri kesehatan, tata kelola tenaga medis, hingga pengembangan rumah sakit di Indonesia.

Bagi pelaku usaha dan investor di sektor healthcare, pertemuan ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam menggandeng ekosistem swasta. Diskusi kedua tokoh ini berjalan beriringan dengan eksekusi mega-proyek pemerintah yang tengah mengebut pembangunan 66 rumah sakit baru di berbagai kabupaten.

"Pertemuan ini seiring dengan tengah berjalannya program Pemerintah untuk membangun 66 Rumah Sakit baru di kabupaten-kabupaten untuk pemerataan dan memperkuat sistem kesehatan nasional," tulis keterangan yang tercantum dalam unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, dikutip Minggu (24/5/2026).

Pembangunan puluhan fasilitas kesehatan daerah ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan sekaligus memperkuat sistem kesehatan nasional dari wilayah pinggiran.

Fokus pengembangan proyek 66 rumah sakit ini tidak sebatas pada pembangunan fisik semata. Pemerintah menargetkan peningkatan akses dan mutu layanan medis bagi masyarakat luas secara komprehensif.

Cakupan proyek ini meliputi dorongan transformasi digital di sektor kesehatan, hingga pemenuhan infrastruktur rumah sakit yang sesuai dengan standar nasional. Langkah ini diharapkan mampu mereduksi ketimpangan layanan medis antara kota besar dan daerah tingkat kabupaten. 

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan 14 rumah sakit yang telah rampung dibangun di wilayah kabupaten, kota, terpencil, dan tertinggal. Peresmian tersebut merupakan bagian dari program pembangunan 66 rumah sakit yang dijalankan pemerintah untuk memperluas akses layanan kesehatan nasional.

Baca Juga: Teddy Indra Wijaya Bahas Kesejahteraan Driver Online dengan CEO GoTo

Baca Juga: Harta Seskab Teddy Indra Wijaya Melejit Rp4,73 Miliar, Tembus Rp20,11 Miliar dalam Setahun

Budi menyampaikan, pembangunan rumah sakit di daerah terpencil merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo yang bertujuan memastikan masyarakat di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur kesehatan dapat memperoleh layanan yang lebih terjangkau.

“Pak Presiden Prabowo sudah menyuruh saya yang pertama untuk membangun 66 rumah sakit di kabupaten, kota yang terpencil dan tertinggal. Untuk memastikan itu tadi, bahwa aksesnya terjangkau dan sekarang sudah siap jadi 14 rumah sakit, mudah-mudahan beliau bisa segera resmikan,” ujar Budi saat ditemui di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Fajar Sulaiman