Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Skandal Manipulasi Data KPR: Ulah Developer Nakal Bikin Bank 'Kunci' Keran Pembiayaan

Skandal Manipulasi Data KPR: Ulah Developer Nakal Bikin Bank 'Kunci' Keran Pembiayaan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Praktik kotor oknum pengembang (developer) nakal memanipulasi data debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memicu alarm merah di sektor properti. Ulah ini tidak hanya merugikan konsumen secara sepihak, tetapi juga mencoreng reputasi perbankan dan mengancam stabilitas ekosistem pembiayaan perumahan nasional

Bagi perbankan dan investor properti, kualitas kredit adalah urat nadi bisnis. 

Tenaga Ahli Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Harry Endang Kawidjaja, mengungkap bahwa sistem perbankan dan pengembang sejatinya sudah terintegrasi dengan sistem peringatan dini (early warning system) terkait ketidaksesuaian data (mismatch).

Oleh karena itu, jika penyimpangan data debitur terjadi dalam jumlah masif, pemerintah menilai hal tersebut murni sabotase terencana dari oknum di lapangan.

"Kalau jumlahnya menumpuk, tidak mungkin pengembang tidak tahu. Bisa saja yang bermain sales atau admin KPR," tegas Harry dalam keterangan pers resmi, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga: Andalkan Rumah Second, Pasar Properti Dinilai Masih Bergairah Tahun ini

Sebagai industri yang sangat diregulasi (highly regulated), perbankan merespons anomali data ini dengan langkah mitigasi yang tegas. Jika sistem mendeteksi indikasi masalah pada suatu proyek perumahan, bank secara otomatis akan memperketat rasio persetujuan kredit di kawasan tersebut.

"Bank sudah tahu ini, dan mitigasinya adalah mengecilkan keran penyaluran di kawasan bermasalah," jelas Harry.

Meski demikian, ia mengimbau agar kasus oknum developer nakal ini tidak meruntuhkan kepercayaan publik terhadap industri pembiayaan rumah secara keseluruhan. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Fajar Sulaiman