Rupiah Terancam Jebol Rp18.000? Pengamat Bongkar Sinyal Bahaya Pekan Ini
Kredit Foto: Antara/Reno Esnir
Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah pengamat pasar memperingatkan potensi pelemahan yang disebut bisa menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat.
Tekanan terhadap mata uang Garuda diperkirakan masih berlangsung pada pekan terakhir Mei 2026 seiring kuatnya indeks dolar AS yang diprediksi tetap bertahan di atas level 100.
Pengamat Pasar Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pergerakan rupiah saat ini masih sangat dipengaruhi kondisi eksternal, terutama tren penguatan dolar AS di pasar global.
“Untuk rupiah sendiri, ada kemungkinan besar ini akan menuju level Rp18.000 per dollar AS di (pekan depan),” kata Ibrahim kepada awak media, Minggu (24/5/2026).
Menurut Ibrahim, indeks dolar AS untuk periode 25-29 Mei 2026 diperkirakan bergerak pada area support 97,600 dan resistance 101,00.
Baca Juga: Rupiah Melemah Dinilai Bukan Hanya karena Efek Dollar AS, Ini Kata Ekonom
“Indikasi ya. Jadi prediksinya itu masih seperti kemarin, minggu-minggu kemarin, masih akan mengalami penguatan,” tuturnya.
Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa dolar AS masih berpotensi melanjutkan tren penguatan seperti yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Penguatan dolar AS tersebut diyakini menjadi tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Saat indeks dolar AS menguat, investor global umumnya cenderung memindahkan dana ke aset berbasis dolar yang dianggap lebih aman. Arus modal asing pun berpotensi keluar dari pasar negara berkembang dan memicu tekanan terhadap kurs domestik.
Situasi itu membuat rupiah diperkirakan masih sulit keluar dari tekanan dalam jangka pendek.
Target Prabowo Berbeda dengan Prediksi Pengamat
Di tengah prediksi pelemahan rupiah, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
Target tersebut disampaikan dalam Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta.
Baca Juga: Heboh Rupiah Sengaja Dilemahkan, Akademisi: Keliatan Sekali Nggak Ngerti Ekonomi
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan optimistis rupiah masih memiliki peluang kembali menguat hingga ke level Rp15.000 per dolar AS.
Menurut Purbaya, langkah pemerintah menjaga stabilitas pasar keuangan mulai menunjukkan hasil positif.
Ia menyebut arus modal asing perlahan kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia, baik ke pasar obligasi sekunder maupun primer.
Bahkan, investor asing disebut sudah kembali menempatkan dana lebih dari Rp2 triliun di pasar domestik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: