Kredit Foto: Istimewa
Untuk kinerja awal 2026, PHE mencatat sejumlah faktor yang memengaruhi produksi. Di Blok Rokan, terjadi gangguan suplai gas akibat kebocoran pipa TGI yang berlangsung lebih dari 20 hari dan berdampak pada produksi minyak.
Selain itu, di wilayah kerja yang bermitra dengan ExxonMobil, keterbatasan fasilitas di Banyu Urip menjadi kendala peningkatan produksi gas pada kuartal I 2026.
Di sisi internasional, produksi West Qurna di Irak sempat terdampak situasi geopolitik, dengan penghentian sementara yang menyebabkan kehilangan sekitar 100.000 barel per hari. Produksi saat ini telah kembali, namun belum sepenuhnya normal.
PHE menegaskan bahwa kondisi gas relatif stabil di level 2.722 MMSCFD.
Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan menargetkan produksi akhir 2026 sebesar 1,030 juta BOEPD melalui program filling the gap, dengan fokus pada eksplorasi, pengembangan, dan optimasi produksi.
Program kerja meliputi seismik 2D sepanjang 904 km, 3D seluas 1.660 km², pemboran eksplorasi 16 sumur, pengembangan sekitar 800 sumur, lebih dari 1.200 workover, serta lebih dari 23.000 kegiatan well intervention.
Dari sisi pengembangan, PHE melanjutkan greenfield di Akasia Prima, Manpatu, OOX, dan Sisinubi, serta optimalisasi lapangan mature seperti Benuang, ONWJ, Abab, Tanjung, Miring Barat, Lembak, Kemang, Tandus, dan Salawati.
Pada EOR, kegiatan meliputi injeksi kimia di Minas (Stage A), steam flood di North Duri Development, serta pilot polimer di OSES. Aktivitas lain juga mencakup put on production dan multi-stage fracturing di Rokan.
Selain itu, PHE mengembangkan peluang Carbon Capture and Storage (CCS) sebagai bagian dari strategi dual growth menuju energi yang lebih bersih.
Perseroan juga menekankan pentingnya dukungan fiskal untuk lapangan marginal, serta akselerasi aspek enabler seperti perizinan, pembebasan lahan, keandalan listrik, dan suplai gas untuk mempercepat eksekusi proyek.
“Dukungan pada aspek enabler seperti perizinan, pembebasan lahan, keandalan listrik, dan suplai gas sangat penting untuk mempercepat eksekusi proyek. Semakin cepat proyek berjalan, semakin besar manfaat bagi seluruh pihak,” tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: