Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jelang Musim Giling, Petani Tebu Hadapi Kenaikan Harga Pupuk

Jelang Musim Giling, Petani Tebu Hadapi Kenaikan Harga Pupuk Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyoroti kenaikan harga pupuk nonsubsidi yang dinilai turut menambah beban biaya produksi petani tebu menjelang musim giling 2026.

Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikoen mengatakan kenaikan harga pupuk terjadi seiring dinamika nilai tukar rupiah dan biaya distribusi yang memengaruhi harga sarana produksi pertanian di lapangan.

“Harga pupuk nonsubsidi sekarang bisa mencapai Rp9.000 per kilogram bahkan lebih,” ujar Soemitro saat membuka Rapat Kerja Nasional APTRI di Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, pada awal 2026 harga pupuk nonsubsidi varian ZA Plus masih berada di kisaran Rp4.300 per kilogram. Namun dalam beberapa bulan terakhir, harga tersebut meningkat cukup signifikan.

“Awal 2026 harga pupuk ZA Plus masih sekitar Rp4.300,” katanya.

Selain kenaikan harga, APTRI juga menyoroti keterbatasan alokasi pupuk subsidi yang diterima petani tebu. Soemitro menjelaskan alokasi pupuk subsidi saat ini dibatasi untuk maksimal dua hektare lahan.

“Untuk pupuk ZA, subsidinya sekitar 108 kilogram sehingga petani masih harus menggunakan pupuk nonsubsidi untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai membuat biaya produksi petani meningkat, terutama untuk kebutuhan pemupukan dan perawatan tanaman tebu selama satu siklus tanam.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Ekspor Perdana Urea ke Australia Senilai Rp7 Trilun

Baca Juga: Petani Kritik Ekspor Sawit Lewat BUMN, Singgung Monopoli Era Orde Baru

Soemitro berharap terdapat dukungan kebijakan yang dapat membantu menjaga keterjangkauan harga sarana produksi pertanian agar produktivitas tebu nasional tetap terjaga.

“Kalau di kebun tebu saya, harga pupuk sekarang sudah sekitar Rp8.595 hingga Rp8.600. Kenaikannya memang cukup tinggi dibanding awal tahun,” paparnya.

APTRI menilai stabilitas harga pupuk dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha petani tebu sekaligus mendukung target peningkatan produksi gula nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri