Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cara Hilangkan Bau Prengus Daging Kambing saat Idul Adha 2026, Jangan Langsung Dibakar

Cara Hilangkan Bau Prengus Daging Kambing saat Idul Adha 2026, Jangan Langsung Dibakar Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Momentum Idul Adha 2026 kembali identik dengan pembagian daging kurban yang diolah menjadi sate, gulai, hingga tongseng. Namun, banyak masyarakat masih mengeluhkan bau prengus pada daging kambing yang membuat selera makan berkurang.

Di balik aroma menyengat tersebut, ternyata ada penjelasan ilmiah yang jarang diketahui publik. Bau prengus kambing berasal dari senyawa alami yang diproduksi tubuh kambing jantan.

Penelitian University of Tokyo dalam jurnal Current Biology tahun 2014 menyebut aroma khas itu berasal dari senyawa bernama 4-ethyloctanal. Senyawa tersebut biasanya muncul di area kepala kambing jantan untuk menarik perhatian betina saat musim kawin.

Aroma itu kemudian ikut melekat pada tubuh kambing dan dapat tercium kuat oleh manusia. Karena itulah daging kambing, terutama kambing tua, sering memiliki bau yang lebih menyengat dibanding daging sapi.

Meski begitu, bau prengus ternyata tidak sepenuhnya berasal dari faktor alami hewan. Chef sekaligus pakar kuliner Ragil Imam Wibowo mengatakan teknik penyembelihan yang salah juga bisa memperparah aroma pada daging.

“Orang yang motong nggak tahu otot mana yang harus dipotong duluan, jadi darahnya nggak keluar maksimal,” kata Chef Ragil dikutip dari BBC News.

Menurutnya, darah yang masih tertinggal di dalam jaringan daging dapat memicu aroma tidak sedap saat proses memasak berlangsung. Karena itu, restoran yang menjual menu kambing biasanya memiliki tukang daging langganan yang memahami teknik pemotongan dengan benar.

Pakar kuliner William Wongso juga menjelaskan daging kambing muda sebenarnya memiliki aroma yang lebih ringan. Namun saat Idul Adha, hewan kurban umumnya berasal dari kambing berusia lebih tua karena bobotnya lebih besar.

“Jadi kalau pas kurban, ya masyarakat nggak bisa pilih. Biasanya kambingnya memang sudah tua,” ujar William Wongso.

Untuk mengurangi bau prengus, Chef Ragil menyarankan masyarakat tidak langsung membakar daging mentah menjadi sate. Cara tersebut justru membuat aroma kambing semakin kuat keluar saat terkena bara api.

“Daging kambing yang langsung dibakar dari mentah akan tetap memunculkan aroma prengus,” jelas William Wongso.

Sebagai gantinya, daging disarankan direbus terlebih dahulu selama sekitar 20 menit sebelum diolah lebih lanjut. Air rebusan pertama kemudian dibuang untuk membantu menghilangkan aroma menyengat yang menempel pada daging.

“Pertama, daging direbus dulu sekitar 20 menit, lalu air rebusan pertama dibuang. Itu untuk menghilangkan bau yang menempel,” ujar Chef Ragil.

Setelah direbus, daging bisa dimasak kembali menggunakan rempah-rempah kuat seperti jahe, pala, cengkeh, dan kayu manis. Kombinasi rempah tersebut dipercaya efektif menyamarkan bau khas kambing.

Selain rempah, bahan alami seperti daun pepaya dan nanas juga sering digunakan masyarakat saat Idul Adha. Kedua bahan itu mengandung enzim yang membantu melunakkan serat daging sekaligus mengurangi aroma prengus.

“Daun pepaya atau nanas bisa membantu lunakkan serat daging, sekaligus menyamarkan baunya,” kata Chef Ragil.

Di sisi lain, dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University Reisi Nurdiani menjelaskan teknik memasak juga memengaruhi kandungan gizi daging kambing. Protein pada daging matang memang sedikit berkurang, tetapi menjadi lebih mudah diserap tubuh.

“Memang kandungan protein pada daging yang matang berkurang, tapi justru jadi lebih bermanfaat karena sudah mengalami denaturasi,” ujar Reisi.

Reisi juga menyarankan bagian daging yang alot dimasak menggunakan teknik slow cooking atau panci presto agar teksturnya lebih empuk. Sementara bagian yang sudah empuk seperti tenderloin tidak boleh dimasak terlalu lama karena justru bisa menjadi keras.

Selain itu, masyarakat dianjurkan mengurangi lemak berlebih pada daging kambing sebelum dimasak. Lemak menjadi salah satu sumber utama munculnya aroma prengus saat proses pemasakan berlangsung.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Ini Daftar Lengkap Harga BBM Terbaru di Semua SPBU, Masih Belum Berubah

Berbagai trik rumahan lain juga kerap digunakan untuk mengurangi bau menyengat pada daging kambing. Mulai dari memakai jeruk nipis, garam, mentimun parut, hingga rendaman asam jawa sebelum daging diolah menjadi hidangan utama.

Dengan teknik pengolahan yang tepat, olahan daging kambing kurban saat Idul Adha 2026 tetap bisa empuk, lezat, dan minim bau prengus. Cara memasak yang benar juga membantu menjaga kandungan gizi daging agar tetap optimal untuk dikonsumsi keluarga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: