Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sosok Rudy Mas’ud Masih Layak Jadi Gubernur Kaltim Karena Taat Ibadah, Begini Kata Staf Ahli

Sosok Rudy Mas’ud Masih Layak Jadi Gubernur Kaltim Karena Taat Ibadah, Begini Kata Staf Ahli Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gelombang kritik terhadap Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud justru memunculkan pembelaan tak biasa dari lingkaran dalam Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Staf Ahli Gubernur Kaltim, Sudarno, menilai Rudy Mas’ud masih layak memimpin karena dikenal taat beribadah.

Pernyataan itu disampaikan Sudarno dalam video yang beredar luas di media sosial Instagram dan memantik polemik baru di tengah panasnya kritik terhadap sang gubernur.

Baca Juga: 'Pernah Jadi Anggota Dewan?', Tanggapan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Soal Tuntutan Hak Angket

Dalam video tersebut, Sudarno bahkan memperingatkan masyarakat agar tidak menghina keluarga Rudy Mas’ud.

Ia juga mengklaim istri Rudy Mas’ud, Syarifah Suraidah, merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW.

“Jangan berani menghina keluarga Doktor Haji Rudy Mas'ud, karena istri beliau Syarifah Suraidah adalah cucu Nabi Muhammad,” kata Sudarno dalam video yang diunggah akun Instagram @ajmgrup_ig.

Tak berhenti di situ, Sudarno turut membandingkan kebiasaan ibadah Rudy dengan para pengkritiknya.

“Dan beliau kalau dengar azan langsung salat ke masjid, enggak kayak kalian yang belum tentu salat,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut langsung memancing perdebatan di media sosial.

Sebagian warganet menilai kritik terhadap pejabat publik memang seharusnya tidak menyerang ranah pribadi maupun keluarga.

Namun mayoritas komentar justru menilai pembelaan tersebut tidak menjawab substansi kritik masyarakat terkait penggunaan anggaran daerah.

Publik sebelumnya ramai menyoroti sejumlah kebijakan Pemprov Kaltim yang dianggap terlalu mewah di tengah tuntutan efisiensi anggaran.

Mulai dari pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar, renovasi rumah jabatan bernilai miliaran rupiah, hingga anggaran laundry operasional yang disebut mencapai Rp450 juta per tahun menjadi sasaran kritik warga.

Alih-alih meredam polemik, narasi pembelaan berbasis agama dan garis keturunan tersebut justru memicu cibiran baru dari warganet.

Beberapa komentar bahkan menyinggung gaya penampilan istri gubernur yang dianggap bertolak belakang dengan citra kesederhanaan.

“Nabi enggak menunjukkan kalau keluar itu harus berlebihan tampilannya,” tulis salah satu akun warganet.

Ada pula yang mempertanyakan relevansi membawa garis keturunan Nabi ke dalam polemik kebijakan publik.

“Hadeeuuhh, ngapain bawa-bawa nabi, mbok ngaca kelakuannya kayak gimana,” tulis akun lainnya.

Baca Juga: 'Bapak Jangan Arogan', Momen Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Respons Desakan Mundur Jadi Sorotan

Hingga kini, kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil di Kalimantan Timur masih terus mendesak transparansi anggaran serta evaluasi terhadap berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar