Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Astra Akui Persaingan Industri Otomotif Makin Ketat pada 2026

Astra Akui Persaingan Industri Otomotif Makin Ketat pada 2026 Kredit Foto: Istimewa

Di sisi lain, merek non-Astra mulai tampil agresif, terutama di segmen kendaraan elektrifikasi. BYD dan Denza misalnya, mencatatkan penjualan gabungan 19.247 unit sepanjang Januari-April 2026 dan mulai menjadi ancaman serius di pasar kendaraan elektrifikasi nasional.

Sementara pada sektor jasa keuangan, Astra akan fokus memaksimalkan potensi ekosistem melalui berbagai produk dan layanan untuk beragam segmen konsumen. Adapun bisnis alat berat dan solusi pertambangan diarahkan untuk memperkuat rantai pasok pertambangan sekaligus mencari sumber pertumbuhan baru guna meningkatkan daya saing.

Baca Juga: Astra Gelar Astra Women Network 2026 Dorong Kepemimpinan Perempuan

Selain tiga sektor utama tersebut, Astra tetap membuka peluang pengembangan bisnis lain secara selektif dengan mempertimbangkan keselarasan strategi, kapabilitas perusahaan, serta kebutuhan pertumbuhan jangka panjang.

Perseroan juga menegaskan akan memperkuat disiplin alokasi modal melalui belanja modal, investasi bernilai tambah, pembagian dividen yang konsisten, hingga aksi pembelian kembali saham atau share buyback pada valuasi tertentu.

Selama periode 2015 hingga 2025, laba bersih Astra meningkat lebih dari dua kali lipat, dari Rp 15 triliun menjadi Rp 33 triliun atau naik sekitar 126 persen. Nilai dividen yang dibagikan kepada pemegang saham juga meningkat signifikan dari Rp 113 per saham pada 2015 menjadi Rp 390 per saham pada 2025.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman