Kredit Foto: Instagram/Refly Harun
Pengamat politik Refly Harun menyoroti konfrontasi politik yang terjadi antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Menurut Refly, PDIP merasa dikhianati oleh Jokowi karena meng-endorse pasangan calon presiden di luar partai, yakni Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. Namun, ia menilai aneh karena PDIP tidak melakukan konfrontasi langsung terhadap Prabowo.
"Tapi anehnya konfrontasi itu tidak terjadi dengan Prabowo Subianto yang nota bene memanfaatkan hak istimewa kekuasaan kekuatan Jokowi, bahkan dengan harga yang sangat murah sekali, yaitu menjadikan anak Jokowi, Gibran Rakabuming, sebagai calon wakil presidennya, yang orang menganggap bahwa ya tidak pada tempatnya harusnya," ucap Refly, dikutip dari YouTube Refly Harun, Selasa (26/5).
Sebagai informasi, pada Pilpres 2024 pasangan Prabowo–Gibran diusung oleh gabungan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Baca Juga: Presiden Prabowo Solat Iduladha di Perancis
Baca Juga: Dasco vs Jokowi? Refly Harun Spekulasi Hubungan Mulai Retak
Koalisi ini terdiri dari Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PSI, PBB, Partai Gelora, dan Partai Garuda.
Sementara itu, PDIP mengusung pasangan Ganjar Pranowo–Mahfud MD dengan dukungan koalisi bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo, dan Partai Hanura.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: