- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
IDEAS Prediksi Nilai Ekonomi Kurban 2026 Menurun, Masyarakat Beralih ke Hewan Lebih Murah
Kredit Foto: Antara/Adiwinata Solihin
Di sisi lain, IDEAS menilai ibadah kurban tetap memiliki fungsi sosial yang penting karena dapat memperluas akses konsumsi protein hewani bagi masyarakat miskin dan rentan.
Namun, distribusi daging kurban dinilai masih belum merata. Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebanyak 163 daerah masuk kategori defisit parah dengan tingkat kecukupan distribusi di bawah 20%. Selain itu, terdapat 107 daerah sangat defisit dan 73 daerah defisit pada rentang kecukupan 50-80%.
Sebaliknya, surplus terbesar terkonsentrasi di wilayah perkotaan Jawa. Kota Jakarta Utara tercatat memiliki surplus sekitar 3.879,25 ton, disusul Kota Depok sebesar 3.644,94 ton dan Kabupaten Sleman sekitar 3.639,37 ton.
Sementara itu, Lampung Timur menjadi salah satu wilayah dengan defisit tertinggi mencapai 473,60 ton dengan tingkat kecukupan distribusi hanya 3,50%.
Baca Juga: Sapi Kurban Idul Adha Presiden Prabowo untuk Masjid Istiqlal Berbobot 1,3 Ton
IDEAS menilai strategi kurban nasional ke depan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan jumlah hewan kurban, melainkan juga perlu memperkuat tata kelola distribusi agar lebih merata.
“Perlu ada pemetaan daerah surplus dan defisit, pembangunan hub pemotongan terstandar, serta penguatan koordinasi antar lembaga agar distribusi daging kurban lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Tira.
Menurut dia, dengan tata kelola distribusi yang lebih baik, potensi ekonomi kurban dapat berkembang menjadi instrumen pemerataan pangan protein sekaligus penguatan solidaritas sosial nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: