Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dana Desa Dipangkas demi Koperasi Merah Putih, Riza Patria Jawab Kritik dan Sindir yang Nyinyir

Dana Desa Dipangkas demi Koperasi Merah Putih, Riza Patria Jawab Kritik dan Sindir yang Nyinyir Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah mulai buka suara soal kritik terhadap program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang membuat anggaran Dana Desa dipangkas hingga puluhan triliun rupiah. Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria menilai kritik dan cibiran terhadap program pemerintah merupakan bagian dari demokrasi.

Riza mengatakan setiap kebijakan pemerintah pasti memiliki pendukung dan penolak. Namun, ia meminta kritik disampaikan dengan alasan yang jelas dan membangun.

“Setiap program itu pasti ada plus minusnya. Pasti ada yang suka dan ada yang tidak suka, yang penting ada alasannya,” kata Riza di Beijing, China.

Riza juga menyinggung masih banyak pihak yang “nyinyir” terhadap program pemerintah, termasuk terkait pembangunan desa. Meski begitu, pemerintah tidak ingin menyalahkan pihak yang mengkritik kebijakan tersebut.

“Kita masih demokratis, masih terus belajar, masih banyak yang juga belum bisa menerima, banyak juga yang masih nyinyir, itu bagian dari demokrasi kita,” ujarnya.

Pernyataan itu muncul di tengah sorotan terhadap program Koperasi Merah Putih yang disebut menyedot anggaran Dana Desa cukup besar. Berdasarkan aturan terbaru, pemerintah mengalokasikan Rp34,57 triliun atau sekitar 58 persen Dana Desa 2026 untuk mendukung program tersebut.

Kebijakan itu memicu kritik karena dana yang sebelumnya rata-rata mencapai Rp1 miliar per desa diperkirakan menyusut drastis menjadi sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta. Sejumlah pihak juga menilai program koperasi tersebut terlalu sentralistik karena hampir seluruh sistemnya dirancang pemerintah pusat.

Meski demikian, Riza menegaskan pemerintah justru membuka ruang bagi para pengkritik untuk ikut terlibat membangun desa. Menurutnya, semua pihak harus berkontribusi agar pembangunan desa berjalan maksimal.

“Semua yang selama ini nyinyir mungkin, menyalahkan pemerintah, kita beri kesempatan untuk terlibat aktif membangun Indonesia,” kata Riza.

Pemerintah sendiri menargetkan lebih dari 80 ribu desa dan kelurahan memiliki Koperasi Merah Putih dalam jangka panjang. Hingga Mei 2026, tercatat sudah ada lebih dari 10 ribu gerai koperasi yang berdiri di 13 provinsi.

Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih di Jember Ekspor Kopi ke Mesir Senilai US$89.697

Selain program koperasi, pemerintah juga menjalankan program Desa Nelayan dengan pembangunan fasilitas dermaga, cold storage, hingga panel surya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pemerintah menargetkan pembangunan seribu desa nelayan hingga akhir 2026.

Di sisi lain, Kemendes mencatat masih ada ribuan desa tertinggal yang menghadapi persoalan serius seperti jalan rusak berat, keterbatasan air bersih, dan minim fasilitas pengolahan sampah. Kondisi itu membuat polemik penggunaan Dana Desa diperkirakan masih akan terus menjadi sorotan publik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama