Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emiten Milik Dato Sri Tahir Rugi Rp16,21 Miliar pada Semester I-2026

Emiten Milik Dato Sri Tahir Rugi Rp16,21 Miliar pada Semester I-2026 Kredit Foto: Unsplash/Isaac Smith
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten yang terafiliasi dengan Dato Sri Tahir, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mengalami rugi bersih sebesar Rp16,21 miliar pada semester I-2026 atau turun 21,23 persen dibandingkan rugi Rp20,58 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Mengutip laporan keuangan perseroan di BEI, Rabu (29/7/2026), rugi tersebut membuat rugi per saham dasar ikut membaik menjadi Rp0,00163 dari sebelumnya Rp0,00207.

Di sisi kinerja operasional, pendapatan MPRO tumbuh signifikan. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp3,15 miliar, meningkat 53,65 persen dibandingkan Rp2,05 miliar pada semester I-2025.

Beban pokok penjualan dan beban langsung memang naik menjadi Rp2,1 miliar dari Rp1,59 miliar. Namun, pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi mendorong laba kotor melonjak 128,26 persen menjadi Rp1,05 miliar, dari sebelumnya Rp467,28 juta.

Sementara itu, beban penjualan turun menjadi Rp276,49 juta dari Rp354,74 juta. Beban umum dan administrasi juga berhasil ditekan menjadi Rp7,24 miliar dibandingkan Rp10,87 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Di luar operasional utama, pendapatan lain-lain meningkat menjadi Rp201,9 juta dari Rp115,07 juta. Sebaliknya, beban lain-lain naik menjadi Rp220,1 juta dari Rp155,55 juta, sedangkan beban pajak bertambah menjadi Rp81,7 juta dari Rp56,62 juta.

Kerugian usaha menyusut drastis menjadi Rp6,57 miliar dari Rp10,85 miliar pada semester I-2025. Pendapatan keuangan tercatat Rp169,25 juta, sedikit turun dibandingkan Rp185,87 juta. Sementara itu, beban keuangan menurun tipis menjadi Rp9,8 miliar dari Rp9,92 miliar. Pada akhirnya, rugi bersih periode berjalan berhasil ditekan menjadi Rp16,21 miliar.

Baca Juga: BEI Curiga Sama Lonjakan Saham MPRO Milik Dato Sri Tahir, Investor Diminta Waspada

Baca Juga: Bukalapak Berbalik Rugi Rp820 Miliar pada Semester I-2026, dari Sebelumnya Laba

Baca Juga: ANTV Nunggak Pembayaran Honor Artis, Emiten Media Grup Bakrie Masih Bergelut dengan Kerugian

MPRO Masuk dalam Kategori Saham HSC

Di luar kinerja keuangan, MPRO juga mencatat pencapaian lain di pasar modal. Berdasarkan publikasi terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI) per Rabu, 15 Juli 2026, MPRO menempati posisi teratas dalam daftar saham dengan kepemilikan publik (free float) paling kecil atau High Share Concentration (HSC). Emiten properti ini memiliki tingkat kepemilikan oleh pemegang saham utama mencapai 99,99 persen.

Posisi tersebut menggeser Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), yang sebelumnya menjadi pemuncak daftar HSC dengan tingkat konsentrasi kepemilikan sebesar 99,85 persen. Kini, saham ROCK berada di posisi kesembilan, di bawah DCI Indonesia (DCII) 99,96 persen.

Masuknya MPRO sebagai pemuncak daftar HSC cukup mengejutkan. Hal itu dikarenakan pengendali perseroan, Dato Sri Tahir, sempat mengurangi kepemilikan sahamnya. Pada 9 Juni 2026, ia diketahui melepas sebanyak 26.143.790 saham MPRO.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri