Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Salah satu gagasan yang mendapat perhatian dalam debat ialah usulan pembentukan Youth Development Bank. Gagasan tersebut diproyeksikan menjadi instrumen pembiayaan dan pengembangan bagi pengusaha muda melalui akses permodalan, pendampingan, serta penguatan ekosistem bisnis.
Selain itu, muncul pula gagasan pembangunan Creative and Production Hub yang diarahkan sebagai pusat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong inovasi, industri kreatif, teknologi, hingga penguatan rantai produksi nasional.
William menilai pendekatan kolaboratif antara pengusaha muda, pemerintah, akademisi, dan dunia industri menjadi salah satu poin penting yang mengemuka dalam debat tersebut. Menurutnya, HIPMI ke depan tidak hanya dituntut menjadi organisasi pengusaha, tetapi juga mampu berperan sebagai motor transformasi ekonomi nasional di tengah tantangan bonus demografi, digitalisasi, hilirisasi, dan persaingan global.
Baca Juga: HIPMI Jaya Gandeng Bank Jakarta Perluas Akses Permodalan Anggota
Baca Juga: Kisah Calon Ketua Umum BPP HIPMI 2026-2029 yang Lahir dari Keterbatasan Hingga jadi Pengusaha Muda
“Debat kedua menunjukkan bahwa isu ekonomi strategis mulai menjadi perhatian utama dalam kontestasi HIPMI. Diskusinya tidak lagi sekadar retorika organisasi, tetapi sudah menyentuh arah pembangunan ekonomi nasional,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: