Ini Cara Dedi Mulyadi Tangani Sampah Bandung Raya, Targetkan Rampung dalam Tiga Hari
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Dedi Mulyadi mengambil langkah langsung dalam menangani persoalan sampah yang kembali menjadi sorotan di Bandung Raya. Gubernur Jawa Barat itu memutuskan turun ke lapangan untuk mengomandoi penanganan darurat tumpukan sampah yang tersebar di sejumlah wilayah dengan target penyelesaian dalam tiga hari.
Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya sekitar 113 ton sampah yang menumpuk di berbagai titik di Bandung Raya. Sebagian tumpukan sampah diduga telah lama tidak tertangani sehingga menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan lingkungan dan berpotensi memunculkan masalah lingkungan yang lebih luas.
Dedi menyatakan akan berangkat ke Bandung untuk memimpin langsung penanganan sampah di seluruh wilayah Bandung Raya. Ia menargetkan persoalan sampah yang menahun dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari sehingga tidak lagi menjadi keluhan masyarakat.
Menurut Dedi, masalah sampah di kawasan metropolitan Bandung kerap muncul setelah periode libur panjang. Peningkatan volume sampah yang terjadi pada masa tersebut sering kali tidak diikuti dengan penanganan yang optimal sehingga menyisakan tumpukan yang belum terselesaikan.
Karena itu, ia menilai diperlukan respons cepat serta koordinasi yang kuat antarinstansi agar proses pengangkutan dan penanganan sampah dapat berjalan sesuai target. Keputusan untuk turun langsung ke lapangan diambil untuk memastikan seluruh proses eksekusi berjalan efektif.
Penanganan darurat ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membersihkan tumpukan sampah yang telah lama menumpuk di sejumlah lokasi. Fokus utama saat ini adalah mempercepat penyelesaian persoalan yang telah berlangsung cukup lama dan mengembalikan kondisi lingkungan yang lebih bersih.
Setelah penanganan darurat selesai, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengalihkan perhatian pada pembenahan sistem pengelolaan sampah secara lebih menyeluruh. Dedi menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya akan difokuskan pada tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga pada sampah yang masih berada di lingkungan rumah tangga.
Baca Juga: Dilirik Singapura, Sherly Tjoanda Diharap Kirim 'Anak Buah' ke Negeri Singa
Ia menjelaskan bahwa strategi ke depan akan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni optimalisasi pengelolaan di TPA serta penguatan pengolahan sampah berbasis lingkungan permukiman. Salah satu langkah yang akan didorong adalah pembentukan sistem pengelolaan sampah skala kecil di tingkat desa dan kelurahan.
Melalui pengembangan sistem tersebut, ketergantungan terhadap TPA pusat diharapkan dapat berkurang. Pemerintah juga menargetkan pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih dekat dengan sumbernya sehingga penanganannya menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: