Kredit Foto: JFX
Ia menambahkan peningkatan aktivitas perdagangan OLEIN juga menunjukkan meningkatnya minat pelaku pasar terhadap komoditas yang memiliki keterkaitan langsung dengan sektor riil.
“Peningkatan aktivitas pada OLEIN menunjukkan bahwa komoditas domestik strategis tetap memiliki peran penting dalam perdagangan berjangka. Ketika kebutuhan industri dan perdagangan meningkat, kebutuhan terhadap mekanisme pembentukan harga yang transparan juga ikut meningkat. Bursa memiliki peran untuk menjembatani kebutuhan tersebut melalui mekanisme perdagangan yang teratur dan terbuka,” lanjut Yazid.
Di luar pertumbuhan OLEIN, aktivitas perdagangan JFX sepanjang periode 26 April hingga 23 Mei 2026 masih didominasi instrumen Penyalur Amanat Luar Negeri (PALN). Volume transaksi PALN mencapai 5,02 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp229,35 triliun.
Baca Juga: Harga CPO Global Stabil, Kementan Curiga Ada Permainan di Balik Jatuhnya Harga Sawit
Baca Juga: Purbaya Siapkan Bea Keluar dan Windfall Tax untuk Komoditas Nikel
Menurut JFX, tingginya aktivitas PALN menunjukkan minat pelaku pasar terhadap akses berbagai instrumen investasi global yang dapat diperdagangkan melalui mekanisme yang berada dalam pengawasan regulator Indonesia.
Pada segmen lain, transaksi emas digital juga mencatat pertumbuhan positif. Sepanjang periode yang sama, volume transaksi mencapai 33.797 transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp87,45 miliar.
Sementara itu, volume transaksi pada segmen perdagangan bilateral tercatat mencapai 576.567 lot dengan nilai transaksi sebesar Rp3,78 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: