Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali gagal keluar dari tekanan dan menutup perdagangan Kamis (4/6/2026) di zona merah. Setelah sempat anjlok hingga menyentuh level terendah 5.644,23, IHSG akhirnya ditutup melemah 101,29 poin atau 1,70% ke level 5.839,78.
Pelemahan tersebut memperpanjang tren negatif pasar saham domestik setelah sehari sebelumnya IHSG ambles 4,11% dan mencetak titik terendah baru dalam beberapa tahun terakhir.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG dibuka di level 5.919,57 dan sempat menyentuh posisi tertinggi harian 5.924,51 pada awal perdagangan. Namun tekanan jual yang terjadi sejak pagi membuat indeks merosot hingga ke level 5.644,23 sebelum memangkas sebagian kerugian pada sesi kedua.
Meski berhasil menjauhi titik terendah intraday, IHSG tetap gagal berbalik ke zona hijau hingga penutupan perdagangan.
Baca Juga: IHSG Merosot 3,48%, Saham Bank Jumbo Kompak Tersungkur
Baca Juga: Di Tengah Tekanan Pasar, BEI Optimistis Status Emerging Market Aman
Tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar. Sebanyak 651 saham ditutup melemah, hanya 116 saham menguat, sementara 192 saham lainnya stagnan.
Nilai transaksi mencapai Rp25,51 triliun dengan volume perdagangan 36,24 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,24 juta kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turun menjadi Rp10.262 triliun.
Pelemahan indeks masih dipimpin saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penggerak utama IHSG.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,81% ke level 5.425 dengan kapitalisasi pasar Rp662 triliun. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 3,85% ke level 4.000 dengan kapitalisasi pasar Rp535 triliun.
Selanjutnya, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) terkoreksi 0,18% ke level 190.650 dengan kapitalisasi pasar Rp454 triliun. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 3,10% ke level 2.810, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 1,98% ke level 3.970.
Pada kelompok saham yang mengalami pelemahan terdalam, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) dan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) sama-sama turun 15%. Berikutnya PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) melemah 14,97%, PT Pinnacle Persada Investama (XPDV) turun 14,97%, serta PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) terkoreksi 14,94%.
Di tengah dominasi tekanan jual, sejumlah saham masih mencatatkan kenaikan signifikan. PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) memimpin daftar top gainers dengan lonjakan 34,58%, diikuti PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang naik 32,99%.
Baca Juga: Tak Lagi Pasang Target, tapi Purbaya Jamin IHSG Naik: Fiskal Kita Gak Ada Masalah
Baca Juga: Baru Dibuka IHSG Langsung Terjun Bebas ke Level 5.000, Sebanyak 348 Saham Melemah
Selanjutnya, saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menguat 24,45%, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) naik 18,28%, dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) bertambah 17,21%.
Dari sisi komposisi perdagangan, nilai transaksi saham yang menguat tercatat Rp9,88 triliun, sedangkan transaksi pada saham yang melemah mencapai Rp10,8 triliun. Data tersebut menunjukkan tekanan jual masih lebih dominan dibandingkan minat beli investor.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: