Kredit Foto: Zeelandia Indonesia
PT Seelindo Sejahteratama (Zeelandia Indonesia) memperkuat komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan melalui perolehan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil Supply Chain Certification (RSPO SCC), yang memastikan penggunaan bahan baku berbasis minyak sawit berasal dari rantai pasok yang memenuhi standar keberlanjutan global.
Sertifikasi tersebut diserahkan oleh lembaga sertifikasi internasional Control Union dalam seremoni di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Dengan pencapaian ini, Zeelandia menjadi perusahaan bakery ingredients pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi RSPO SCC secara mandiri.
Sertifikasi RSPO SCC mengharuskan perusahaan memastikan ketertelusuran minyak sawit dari seluruh rantai pasok, mulai dari perkebunan, proses pengolahan, distribusi, hingga produk akhir yang diterima konsumen. Standar tersebut juga mewajibkan penerapan sistem pengawasan dan dokumentasi yang terukur.
President Director Zeelandia Indonesia, Matthijs Wiggers, mengatakan sertifikasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional bisnis.
“Perolehan sertifikasi RSPO SCC merupakan langkah strategis bagi Zeelandia Indonesia. Kami tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga memastikan setiap proses dalam rantai pasok berjalan sesuai prinsip keberlanjutan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.
Untuk menjaga kepatuhan terhadap standar sertifikasi, Zeelandia menerapkan evaluasi internal dan management review secara berkala setiap enam bulan. Perusahaan juga akan menjalani audit pengawasan rutin setelah memperoleh sertifikasi, dengan siklus sertifikasi penuh setiap lima tahun.
Proses memperoleh sertifikasi tersebut berlangsung sekitar lima bulan, mulai dari persiapan sistem, implementasi prosedur, hingga tahapan audit.
Dari sekitar 350 produk yang dipasarkan perusahaan, sebanyak 150 produk menggunakan bahan baku berbasis minyak sawit yang berasal dari rantai pasok bersertifikat RSPO. Produk-produk tersebut dipasarkan untuk kebutuhan industri bakery dan makanan di dalam negeri maupun kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Dukung Perbaikan Tata kelola Ekspor, Petani Sawit Minta Pemerintah Jaga Kepastian Harga TBS
Baca Juga: Dampak Kebijakan Ekspor Satu Pintu DSI Terhadap Fluktuasi Harga TBS Sawit di Sumatera Utara
Salah satu produk yang menggunakan bahan baku sawit bersertifikat adalah Carlo, produk release agent atau pelumas loyang yang digunakan dalam proses produksi roti dan kue.
Langkah Zeelandia mengadopsi standar RSPO SCC dinilai sejalan dengan upaya peningkatan daya saing industri pengolahan pangan nasional yang semakin dituntut memenuhi standar keberlanjutan global, khususnya untuk produk yang menyasar pasar ekspor.
Selain memperkuat tata kelola rantai pasok, penerapan sertifikasi keberlanjutan juga menjadi bagian dari strategi industri makanan dalam meningkatkan transparansi penggunaan bahan baku dan memenuhi tuntutan pasar terhadap produk yang lebih berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: