Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Peserta UTBK dengan Skor Tinggi Bisa Gagal Lolos SNBT, Ini Penjelasannya

Peserta UTBK dengan Skor Tinggi Bisa Gagal Lolos SNBT, Ini Penjelasannya Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peserta ujian UTBK SNBT dengan total skor tinggi memiliki kemungkinan tidak diterima di perguruan tinggi. Posisinya dapat tergeser oleh peserta lain yang mempunyai nilai akumulasi lebih rendah.

Panitia SNPMB sejatinya tidak pernah menetapkan standar nilai rata-rata kelulusan dalam UTBK SNBT. Ketentuan tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Eduart Wolok.

"Sehingga sejatinya kita tidak punya nilai rata-rata," jelas Eduart dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja di DPR.

Eduart menerangkan bahwa lembar sertifikat UTBK memuat rincian nilai dari tujuh jenis subtes. Skor dari subtes tertentu akan menjadi variabel pemberat utama berdasarkan program studi pilihan peserta.

"Kita tidak punya skor rata-rata, yang ada skor per subtes di mana skor per subtes ini akan ditentukan bobotnya berdasarkan prodi yang dipilih," ungkap Eduart.

Sistem seleksi ini membuat nilai rata-rata tinggi tidak menjamin kelulusan seorang peserta. Peserta dengan nilai matematika lebih tinggi akan diuntungkan saat memilih program studi yang mengedepankan penalaran matematik.

"Tapi ketika kami memilih prodi di mana yang mengedepankan penalaran matematik dan skor penalaran matematik saya lebih, maka tentu bobot terhadap hasil UTBK saya untuk pilihan prodi tersebut akan lebih tinggi saya," lanjutnya.

Pihak panitia juga melakukan perincian skor saintek dan soshum untuk materi literasi dalam bahasa Indonesia. Kebijakan pemisahan nilai tersebut didasarkan pada hasil evaluasi pelaksanaan ujian pada tahun lalu.

"Terlihat untuk di sini Literasi dalam Bahasa Indonesia itu kita turunkan dalam dua nilai, saintek dan soshum," kata Eduart dalam konferensi pers, Senin 25 Mei 2026.

Baca Juga: Bisa Pilih Prodi Berbeda dari SNBT, Simak Syarat Jalur Nilai UTBK Unesa 2026

Langkah perincian nilai diambil untuk menjawab kekhawatiran dari sebagian lapisan masyarakat. Publik sebelumnya menganggap peserta berlatar belakang saintek mendapat keuntungan besar saat memilih prodi soshum.

"Itu tidak akan terjadi," tambah Eduart.

Panitia menjamin sistem penilaian baru ini membuat proses seleksi berjalan dengan sangat adil. Peserta kini dapat melihat langsung penjabaran skor potensi skolastik maupun tes literasi pada sertifikat masing-masing.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy