Bantah Isu Resesi, Purbaya: Uang Banyak, Kredit Jalan, Konsumsi Naik, Resesi dari Mana?
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Selain ditopang konsumsi, likuiditas perekonomian juga terus meningkat. Purbaya mengungkapkan pertumbuhan uang beredar hingga minggu ketiga Mei 2026 mencapai 18%.
“Kita lihat sekarang pertumbuhan uang di bulan Mei minggu ketiga itu tumbuhnya 18 persen. Itu level yang amat tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan tren pertumbuhan uang beredar terus membaik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
“Artinya ada cukup uang di perekonomian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang tinggi,” kata Purbaya.
Di sisi pembiayaan, rata-rata bunga kredit juga menunjukkan penurunan menjadi sekitar 8,73%, yang dinilai mendukung aktivitas investasi dan konsumsi masyarakat.
Sementara itu, realisasi APBN hingga Mei 2026 juga memperlihatkan aktivitas ekonomi yang masih kuat. Pendapatan negara mencapai Rp1.185 triliun atau tumbuh 19,1% secara tahunan, sedangkan penerimaan pajak meningkat 22,1% menjadi Rp834,4 triliun.
Belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun atau tumbuh 34,4%, menunjukkan pemerintah masih menjalankan fungsi stimulus untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Di sisi sektor utilitas, konsumsi listrik nasional juga tumbuh 19% secara tahunan pada April 2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan penggunaan listrik rumah tangga, industri, dan sektor bisnis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: