Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Dibuka Menguat, Arus Modal Asing dan Sentimen Geopolitik Jadi Penopang

Rupiah Dibuka Menguat, Arus Modal Asing dan Sentimen Geopolitik Jadi Penopang Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan pasar spot dengan penguatan tipis pada Selasa (21/7/2026), di tengah masih menguatnya dolar AS di pasar global.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.941 per dolar AS, menguat 7 poin atau 0,04% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp17.948 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) tercatat naik 0,18% dan semakin mendekati level 101, mencerminkan masih kuatnya mata uang Negeri Paman Sam terhadap mayoritas mata uang dunia. Meski demikian, rupiah mampu mempertahankanĀ penguatan pada awal perdagangan.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah muncul sinyal kemungkinan dimulainya jalurĀ diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah menyusul laporan bahwa AS dan Iran mengisyaratkan kesediaan untuk melakukan negosiasi," ujar Lukman kepada Warta Ekonomi, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga: Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Imbas Konflik Timur Tengah dan Lonjakan Minyak Dunia

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp17.958 per dolar AS, Analis Waspadai Rebound Dolar AS

Selain sentimen geopolitik, menurut Lukman, pergerakan rupiah juga mendapat dukungan dari aliran dana asing yang masih terus masuk ke pasar keuangan Indonesia.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS, seiring pelaku pasar masih mencermati perkembangan sentimen global dan arus modal asing ke pasar domestik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra