Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amran Murka! Harga Sawit Turun Saat Dolar Naik, Minta TBS Naik 10 Persen

Amran Murka! Harga Sawit Turun Saat Dolar Naik, Minta TBS Naik 10 Persen Kredit Foto: Kementan

Dalam rapat tersebut, seluruh pemangku kepentingan industri sawit disebut menyepakati pemulihan harga TBS ke level sebelumnya.

"Kita sepakat semua, tidak ada satu pun yang menolak. Ketua asosiasi hadir, perusahaan hadir, pengusaha hadir, eksportir hadir, semua sepakat harga kembali seperti semula," kata Amran.

Ia menegaskan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk menjaga kesejahteraan petani sawit.

"Harga TBS harus naik seperti semula, bahkan naik 10 persen dari harga semula," ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Amran juga menegaskan target pemerintah untuk menghentikan impor bensin dan solar secara bertahap dengan memanfaatkan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebagai bahan baku energi.

Hal itu disampaikan saat memberikan kuliah umum di Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara, Sabtu (6/6/2026).

"Nantinya 100 persen enggak ada impor. Bensinnya dari sawit, solarnya dari sawit. Inilah kita diganggu terus," kata Amran.

Baca Juga: Kewenangan BUMN Atur Harga dalam dalam PP 24/2026 Dikhawatirkan Ganggu Stabilitas Harga Sawit

Baca Juga: Harga Sawit Sempat Tertekan, PTPN IV PalmCo Serap 1,03 Juta Ton TBS Petani

Menurut dia, sebagai produsen CPO terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan bahan bakar berbasis sawit. Pemerintah bahkan telah menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengembangkan teknologi pengolahan CPO menjadi bensin.

Saat ini pemerintah menjalankan program mandatori B40, yakni campuran 40 persen biodiesel dan 60 persen solar. Amran menyebut program tersebut telah membantu Indonesia mengurangi impor solar hingga sekitar 5 juta ton per tahun.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri