Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18.000, Amran Malah Anggap Jadi Peluang untuk Dongkrak Pendapatan Petani

Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18.000, Amran Malah Anggap Jadi Peluang untuk Dongkrak Pendapatan Petani Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry

Di sisi lain, pelemahan rupiah diperkirakan masih berlanjut dalam jangka pendek. Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp18.180 hingga Rp18.230 per dolar AS pada perdagangan Selasa (9/6/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan sejumlah faktor domestik yang memengaruhi sentimen pasar.

Pada perdagangan Senin (8/6/2026), rupiah ditutup melemah 151 poin ke level Rp18.187 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp18.036 per dolar AS.

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik.

Baca Juga: Tekanan Terus Berlanjut, Rupiah Diproyeksi Sentuh Rp18.200 Pada Perdagangan Besok

Baca Juga: Pasar Keuangan Kacau! IHSG Jeblok, Rupiah Rekor Terburuk, Said Didu Angkat Tangan

Baca Juga: Rupiah Diproyeksi Tembus Rp19.000 dan IHSG Berpotensi Anjlok ke 4.000 di Akhir Juni 2026

Dari sisi eksternal, ketegangan geopolitik meningkat setelah serangan yang melibatkan Israel, Lebanon, dan Iran kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

"Suara ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan menurut laporan media lokal pada Senin pagi, yang mengikis harapan akan segera berakhirnya perang yang lebih luas dan dimulainya kembali aliran minyak mentah melalui Selat Hormuz," kata Ibrahim dalam keterangannya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri