Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menghadap Presiden Prabowo di Istana, Luhut Sebut Fundamental Ekonomi RI Masih Oke

Menghadap Presiden Prabowo di Istana, Luhut Sebut Fundamental Ekonomi RI Masih Oke Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan resmi menghadap Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta. Agenda pertemuan tersebut dikabarkan fokus membahas evaluasi kondisi perekonomian domestik saat ini.

Kondisi ekonomi nasional sedang dipantau di tengah ketegangan aspek geopolitik global. Luhut menjelaskan bahwa kedatangan dirinya ke Istana merupakan bagian dari mekanisme pelaporan rutin.

"Nggak ada jadwal. Ya, kita, kita melaporkan apa aja tiap Dewan Ekonomi tiap bulan atau tiap 5 minggu gitu," kata Luhut, Selasa (9/6/2026). Dirinya juga turut merespons pertanyaan mengenai kebijakan kenaikan suku bunga acuan baru-baru ini.

Luhut menilai kebijakan pengetatan moneter dari Bank Indonesia tersebut merupakan langkah yang positif. Langkah itu dipandang sangat baik untuk menjaga stabilitas laju ekonomi nasional.

"Kan bagus, ngerem anu," ujar Luhut memberikan komentar singkat mengenai kebijakan moneter tersebut. Dirinya juga menampik anggapan dari beberapa pihak bahwa ekonomi Indonesia sedang dalam kondisi buruk.

Luhut menegaskan bahwa fondasi utama perekonomian nasional sampai saat ini masih sangat kuat. Meskipun demikian, dirinya tidak menampik adanya ancaman nyata dari ketegangan internasional.

Baca Juga: Ramai Isu Masuk Kabinet, Chatib Basri dan Luhut Temui Presiden Prabowo di Istana

Ia menyebut ketegangan konflik di Selat Hormuz menjadi pemicu utama tekanan ekonomi global. Konflik bersenjata tersebut melibatkan negara Amerika Serikat serta Israel yang berhadapan dengan pihak Iran.

"Nggak. Bagus-bagus kok, ekonomi kita, fundamental masih oke, tapi memang kita perlu ada perhatian di beberapa titik karena perang Teluk ini juga masih perang apa, perang Hormuz ini masih berkelanjutan," jelas Luhut. Pemerintah dipastikan akan terus memantau beberapa titik rawan dampak dari perang tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy