Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Atasi Kerugian Peternak Petelur, Pemerintah Guyur Bantuan SPHP Jagung dari Bulog

Atasi Kerugian Peternak Petelur, Pemerintah Guyur Bantuan SPHP Jagung dari Bulog Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah mengambil sejumlah langkah untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak ayam petelur di tengah tekanan biaya produksi dan penurunan harga telur di tingkat peternak. Selain menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur ayam ras sebesar Rp26.500 per kilogram, pemerintah juga menyalurkan jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai bahan baku pakan ternak.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan usaha peternak sekaligus memastikan pasokan telur tetap terjaga.

“Kami juga sudah memberikan SPHP, yaitu jagung dari Bulog,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (9/6/2026).

Menurut Amran, dukungan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada peternak ayam petelur yang selama ini mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan menghasilkan surplus produksi yang membuka peluang ekspor.

“Kami mengapresiasi dan bangga dengan peternak petelur seluruh Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa, surplus, bahkan ekspor ke negara lain,” katanya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif, mengatakan serapan telur di daerahnya sempat mengalami perlambatan dalam satu bulan terakhir. Kabupaten Sidrap merupakan salah satu sentra produksi telur nasional dengan populasi ayam petelur mencapai sekitar enam juta ekor.

“Nah memang satu bulan ini serapan agak turun, tetapi insyaallah mulai Rabu kami akan rapat untuk menentukan harga telur supaya pedagang untung, peternak untung, dan konsumen juga mendapatkan produk yang baik,” ujar Syaharuddin.

Ia menambahkan, distribusi dan penyerapan telur untuk wilayah Indonesia Timur sejauh ini masih berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah pada saat dibutuhkan untuk Indonesia Timur berjalan dengan baik semuanya,” katanya.

Baca Juga: Imbas Oversupply Telur, PPN Minta Peternak Lapor Jika Dipaksa Jual Murah

Baca Juga: Lindungi Peternak, Amran Pasang Harga Minimum Telur Rp26.500 per Kg

Saat ini, harga telur di Sidrap masih berada pada kisaran Rp22.000 hingga Rp24.000 per kilogram. Menurut Syaharuddin, harga tersebut akan disesuaikan mengikuti kebijakan pemerintah terkait HAP telur.

“Sekarang harganya di Kabupaten Sidrap berada di kisaran Rp22.000 sampai Rp24.000 per kilogram. Nanti akan menyesuaikan dengan arahan pemerintah terkait HAP sebesar Rp26.500 per kilogram,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri