Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan realisasi lifting minyak bumi dan kondensat hingga Mei 2026 mencapai 564 ribu barel minyak per hari (barrel oil per day/BOPD).
Angka tersebut tercatat di bawah target lifting yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yakni sebesar 610 ribu BOPD.
Hal yang sama juga terjadi pada total lifting minyak dan gas bumi (migas) yang tercatat baru mencapai 1.473 ribu barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/BOEPD). Jumlah tersebut juga masih di bawah target APBN sebesar 1.594 ribu BOEPD.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebut belum tercapainya target tersebut disebabkan adanya penurunan produksi secara alamiah.
“Ada natural decline,” ungkap Laode di Gedung DPR RI, Senin (15/6/2026).
Meski belum mencapai target, Laode menyatakan bahwa pihaknya terus mengupayakan performa lifting agar mencapai sasaran.
“Kita masih upayakan... Makanya kita cari sumber-sumber lain,” lanjut Laode.
Di sisi lain, Kementerian ESDM telah menyusun usulan target lifting dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Baca Juga: Lampaui Target 2025, Pertamina EP Cepu Catat Total Lifting Migas 94.349 BOEPD
Baca Juga: Pertagas dan LEMIGAS Optimalkan Cisem II untuk Perkuat Pasokan Gas Nasional
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memaparkan bahwa target lifting minyak bumi diproyeksikan berada pada rentang 602 hingga 615 ribu BOPD.
Hal ini disampaikannya dalam agenda Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI terkait Asumsi Dasar Sektor ESDM serta Pengantar RKA-K/L dan RKP TA 2027.
“Nah, lifting kita untuk minyak itu di kisaran, di 2026 di angka 610 ribu dan di 2027 kisaran sekitar 602 sampai 615 ribu (BOPD),” tandas Bahlil.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: