Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekonom AS Warning: Minyak Brent Siap Meledak ke 90 Dolar per Barel

Ekonom AS Warning: Minyak Brent Siap Meledak ke 90 Dolar per Barel Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan penasihat ekonomi Presiden Amerika Serikat ke-40 Ronald Reagan, Steve Hanke, menyoroti harga minyak mentah Brent yang sempat turun ke level sebelum perang setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurutnya, harga tersebut tidak akan bertahan lama. Ia memprediksi minyak Brent akan kembali naik ke kisaran 80–90 dolar per barel karena faktor struktural seperti pemulihan logistik pengiriman, perbaikan infrastruktur energi, serta pengisian kembali stok minyak yang menipis.

“Setelah Nota Kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran, harga minyak Brent turun ke level sebelum perang. Namun, harga itu akan naik kembali,' tulis Profesor Ekonomi Terapan John Hopkins Univesrity itu di akun X pribadinya, dikutip Jumat (26/6).

"Pemulihan logistik pengiriman, perbaikan infrastruktur energi, dan pengisian kembali persediaan minyak yang menipis menunjukkan adanya batas bawah harga di kisaran 80–90 dolar per barel, bukan di level saat ini yang 73 dolar per barel,” imbuhnya.

Baca Juga: BBM Subsidi Tak Naik Meski Harga Minyak Meledak, Bahlil Bongkar Rahasia

Sebagai catatan, per Jumat (26/6/2026), harga minyak mentah Brent dunia diperdagangkan di kisaran US$ 73,74 hingga US$ 74,86 per barel.

Pergerakan harga komoditas energi global saat ini berada dalam tren penurunan dan bersiap mencatatkan pelemahan mingguan ketiga secara berturut-turut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya