'Kami Bukan Pihak dalam Perjanjian Ini', Israel Tolak Mentah-mentah Kesepakatan Damai AS-Iran
Kredit Foto: Istimewa
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir secara tegas mengecam kesepakatan damai teranyar antara Amerika Serikat dan Iran. Pejabat berhaluan kanan ekstrem tersebut bersikeras menyatakan bahwa negaranya sama sekali tidak terikat oleh perjanjian baru itu.
Sikap konfrontatif ini diambil karena draf kerja sama tersebut dinilai tidak menjamin keselamatan warga Israel. Respons keras dari Ben Gvir menjadi reaksi resmi pertama yang keluar dari jajaran kabinet Tel Aviv.
"Kesepakatan Trump tidak mengikat kami... kami bukan pihak dalam perjanjian ini. Perjanjian tersebut tidak melindungi keamanan kami," tegas Ben Gvir dalam pernyataan tertulisnya.
Ben Gvir juga mendesak agar militer Israel tidak menghentikan pertempuran di perbatasan sebelum kelompok Hezbollah hancur. Dirinya menuntut agar pasukan bersenjata tidak mundur satu inci pun dari wilayah yang telah dikuasai.
"Kita tidak boleh puas dengan apa pun selain pembubaran Hizbullah. Kita tidak boleh mundur dari sejengkal pun wilayah yang telah direbut dan dibersihkan dari infrastruktur teroris oleh tentara kita," katanya.
Kecaman keras dari internal Israel ini muncul setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan tercapainya kesepakatan damai. Sharif menjelaskan bahwa nota kesepahaman tersebut mencakup penghentian segera operasi militer di semua lini pertempuran.
"Mengikuti pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Kesepakatan Damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah DICAPAI," tulis Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.
Baca Juga: Bocoran 8 Poin Damai AS-Iran: Aset Rp442 Triliun Dicairkan, Selat Hormuz Dibuka Penuh!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga telah mengonfirmasi tercapainya kompromi tersebut kepada publik internasional. Trump langsung memerintahkan penarikan blokade angkatan laut dan membuka kembali akses pelayaran Selat Hormuz.
Upacara seremonial penandatanganan dokumen perdamaian resmi dijadwalkan akan digelar di Swiss pada akhir pekan ini. Setelah itu, kedua belah pihak akan memulai negosiasi teknis selama 60 hari terkait pembatasan program nuklir.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: