Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Penerapan Smart Factory Mulai Merambah Sektor Koperasi dan Manufaktur Indonesia

Penerapan Smart Factory Mulai Merambah Sektor Koperasi dan Manufaktur Indonesia Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kemitraan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan dalam mengadopsi sistem Smart Factory (pabrik pintar) diyakini bakal menjadi katalis baru bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya operasional pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi di tanah air di tengah tantangan ekonomi global. 

Ditopang oleh program Official Development Assistance (ODA) dari Pemerintah Korea sejak 2023, transformasi digital ini difokuskan untuk memangkas biaya produksi (waste) serta mengoptimalkan manajemen data manufaktur nasional.

Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Hijau, Kerja Sama, dan Pembiayaan Luar Negeri, Triana Krisandini Tanjung, menegaskan pentingnya transformasi digital bagi pengembangan UMKM nasional.

"Sejalan dengan semangat 'Menata Data, Menghilangkan Waste, Membangun Smart Factory', transformasi digital harus dipahami sebagai strategi menyeluruh untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan bisnis UMKM Indonesia," ujarnya.

Rangkaian seminar mencakup pemaparan capaian proyek ODA Smart Factory Korea-Indonesia, strategi pembangunan Smart Factory melalui pemanfaatan data management, integrasi lean management dengan Smart Factory, serta berbagai studi kasus penerapan Smart Factory di sektor industri.

Perusahaan penerima manfaat program, seperti PT Ganesha Abaditama, KBPS Susu Pengalengan, dan PT Adyawinsa Electrical and Power, turut membagikan pengalaman serta hasil implementasi Smart Factory di perusahaan masing-masing. Presentasi tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena menunjukkan dampak nyata transformasi digital terhadap peningkatan proses bisnis dan manufaktur.

Digital Transformation Headquarter INNOBIZ, Kang Jang Hyung, yang hadir dalam seminar tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk berbagi pengalaman dan hasil program yang telah berjalan selama empat tahun terakhir.

"Seminar ini merupakan kesempatan yang bermakna untuk berbagi capaian dan pengalaman dari proyek ODA Smart Factory yang telah dijalankan selama empat tahun terakhir. Ke depan, kami akan terus memperluas pertukaran teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kerja sama antar pelaku usaha antara Korea dan Indonesia dengan berpusat pada Smart Factory Training Center," katanya.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Bagikan Sertifikat Halal Gratis untuk 500.000 UMKM

Baca Juga: Instruksi Prabowo ke Bos-bos Bank Himbara: Suku Bunga Kredit UMKM Harus di Bawah Korporasi!

Saat ini, Asosiasi INNOBIZ bekerja sama dengan Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, dan BINUS University dalam mengoperasikan Smart Factory Training Center, mengembangkan tenaga profesional, serta meningkatkan proses manufaktur perusahaan-perusahaan di Indonesia

Pada 2026, INNOBIZ juga tengah menjalankan program peningkatan proses manufaktur berbasis Smart Factory bagi 12 perusahaan manufaktur di Indonesia.

Ke depan, Asosiasi INNOBIZ berencana menggelar Seminar Smart Factory Korea-Indonesia ke-2 serta acara pelaporan hasil program pada paruh kedua tahun ini. Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperluas pertukaran teknologi dan memperkuat kerja sama bisnis antara perusahaan Korea Selatan dan Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Dwi Aditya Putra